Page 194 - Demo
P. 194
194 PT Pertamina Hulu Energi 2022Laporan TahunanAnnual ReportAnalisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and AnalysisProspek UsahaBusiness ProspectSepanjang tahun 2022, kita masih hidup berdampingan dengan pandemi COVID-19, begitu pula dengan tahun depan. Oleh sebab itu, kondisi perekonomian dan harga minyak dunia di tahun depan masih sulit untuk diprediksi. Masih adanya kekhawatiran terhadap ancaman resesi dunia mulai terlihat dengan mulai meningkatnya inflasi secara global, dipicu peningkatan harga energi dan pangan. Namun demikian, pelaku bisnis telah kembali aktif dan hal ini mendorong tren tingginya permintaan minyak global dan konsumsi energi di masa depan terus meningkat, termasuk di Indonesia.Berdasarkan data Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), konsumsi minyak bumi Indonesia diproyeksikan akan naik sangat drastis di tahun 2050, hampir mencapai 139% dari konsumsi rata-rata 1,6 juta barel per hari menjadi 3,6 juta barel per hari. Demikian pula dikonsumsi gas akan meningkat lebih tinggi dari pada minyak, dengan proyeksi kenaikan In 2022, we coexisted with the COVID-19 pandemic, and we will continue to do so in 2023. Therefore, predicting the state of the economy and global oil prices over the next year remains challenging. With the beginning of rising global inflation, triggered by increases in energy and food prices, concerns over the possibility of a global recession have emerged. Nonetheless, business players have resumed activity, which has contributed to the trend of high global oil demand, and energy consumption will continue to rise in the future, including in Indonesia.Based on the National Energy General Plan (RUEN), Indonesia's oil consumption is projected to increase dramatically by 2050, from an average of 1.6 million barrels per day to 3.6 million barrels per day, an increase of nearly 139%. Similarly, gas consumption will increase faster than oil consumption, with a projected increase of 239% by 2050.

