Page 191 - Demo
P. 191
PT Pertamina Hulu Energi 191 2022Laporan TahunanAnnual ReportAnalisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and AnalysisSecara garis besar, aspek pemasaran dan pangsa pasar dari bisnis yang dikelola PHE Subholding Upstream terbagi atas dua aspek, yaitu:1. Penjualan migas, yang dijalankan sesuai prinsipprinsip dasar kontrak kerja sama di sektor hulu migasberdasarkan kesepakatan Anak Perusahaan (AP) sebagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dengan SKK Migas.2. Jasa hulu migas, logistik, dan distribusi dijalankanoleh AP Services, yaitu PT Pertamina Drilling ServicesIndonesia (PDSI) dan PT Elnusa Tbk. Penjualandilaksanakan masing-masing AP kepada pelangganberdasarkan kesepakatan dengan tetap mengacu padaregulasi yang berlaku.Aspek Pemasaran dan Pangsa PasarMarketing and Market Share AspectsBroadly speaking, the marketing and market share aspects of the business managed by PHE Subholding Upstream are divided into two aspects, namely:1. Oil and gas sales, which are carried out according tothe basic principles of cooperation contracts in theupstream oil and gas sector based on the agreement ofthe Subsidiary (AP) as a cooperation contract contractor(KKKS) with SKK Migas.2. Upstream oil and gas, logistics, and distribution servicescarried out by AP Services, namely PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) and PT Elnusa Tbk. Each APconducts sales with customers based on an agreement,while referencing the applicable regulations.Strategi Pemasaran dan Pangsa PasarProdukProductStrategi PemasaranMarketing StrategyPangsa PasarMarket ShareMinyak Mentah dan KondensatCrude Oil and Condensate%u2022 Komersialisasi hasil produksi minyak mentah dan kondensat diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan kilang Pertamina sesuai dengan regulasi Permen ESDM no. 18 tahun 2021 terkait Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri dimana kontraktor diwajibkan untuk menawarkan hasil produksi kepada Kilang Pertamina dan/atau badan usaha pemegang izin usaha pengolahan minyak bumi lainnya.%u2022 Apabila terdapat minyak mentah dan kondensat yang tidak dapat diolah pada kilang Pertamina, maka akan dipasarkan kepada pembeli selain Pertamina, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.%u2022 The commercialization of crude oil and condensate production is prioritized to meet the needs of Pertamina's refineries in accordance with the Regulation of Minister of Energy and Mineral Resources no. 18 of 2021 regarding the Priority of Utilizing Crude Oil to Fulfill Domestic Needs where contractors are required to offer production results to Pertamina Refineries and/or business entities holding business licenses for other petroleum processing businesses.%u2022 If there is crude oil and condensate that cannot be processed at Pertamina's refineries, they will be marketed to buyers other than Pertamina, both for the domestic and export markets.Per 31 Desember 2022:%u2022 Total lifting minyak sebesar 68,24% dari total lifting minyak nasional.%u2022 Penjualan untuk kilang Pertamina sebesar 81,20%.%u2022 Penjualan minyak mentah di luar Pertamina sebesar 18,80%.Per 31 December 2022:%u2022 Total oil lifting is 68.24% of the total national oil lifting%u2022 Sales for Pertamina's refineries at 81.20%%u2022 Sales for non-Pertamina at 18.80%Gas BumiNatural GasKomersialisasi gas dilakukan berdasarkan Permen ESDM no. 6 tahun 2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Serta Harga Gas Bumi yang mengatur prioritas industri penerima alokasi gas bumi. Permohonan persetujuan alokasi gas diajukan kepada Menteri ESDM melalui SKK Migas.Commercialization of gas is carried out based on Permen of ESDM no. 6 of 2016 concerning Provisions and Procedures for Determining the Allocation and Utilization and Prices of Natural Gas which regulates the priorities of industries receiving natural gas allocations. The application for gas allocation approval is submitted to the Minister of Energy and Mineral Resources through SKK Migas.Per 31 Desember 2022:%u2022 Total lifting gas bumi sebesar 32,04% dari total lifting gas bumi nasional.%u2022 Penjualan gas bumi dalam negeri 76,68%.%u2022 Penjualan gas bumi untuk ekspor 23,32%.Per 31 December 2022:%u2022 Total PHE natural gas lifting is 32.04% of the total national natural gas lifting%u2022 Domestic gas sales at 76.68%%u2022 Natural gas sales for export at 23.32%Marketing Strategy and Market Share

