Page 45 - Demo
P. 45


                                    PT Pertamina Hulu Energi 45 2022Laporan TahunanAnnual ReportLaporan ManajemenManagement Reportperlu diimbangi dengan pasokan energi yang mencukupi. Untuk beberapa tahun mendatang, kami masih melihat permintaan migas di dalam negeri masih akan tetap tinggi meski dihadapkan dengan pengembangan Energi Baru Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE).Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Indonesia mencatat, permintaan energi di Indonesia akan bertumbuh rata-rata 4,3% per tahun. Permintaan energi diperkirakan akan bertambah hingga 3,2 juta BOE pada tahun 2035, termasuk dari migas. Untuk menjaga keberlangsungan perusahaan dan tentunya untuk dapat terus berkontribusi dalam mencapai ketahanan energi nasional, PHE Subholding Upstream terus berupaya melakukan kegiatan-kegiatan upaya penambahan cadangan melalui pengeboran sumur eksplorasi.PENERAPAN TATA KELOLA YANG BAIK PHE Subholding Upstream berkomitmen untuk menerapkan praktik GCG. Selama 2022, penerapan GCG telah berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip universal GCG. Setiap tahun, dilakukan penilaian GCG berdasarkan standar alat uji Keputusan Sekretaris Menteri BUMN No. SK-16/S.MBU/2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) pada BUMN. Hasil penilaian GCG untuk tahun 2022 adalah 85,052 dari skala 100 atau kategori %u2018Sangat Baik%u2019. Salah satu prinsip GCG adalah transparansi, yang salah satunya diterapkan melalui pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan implementasi kebijakan antikorupsi dan antipenyuapan. Penerapan kebijakan antikorupsi dan antipenyuapan diwajibkan untuk seluruh Anak Perusahaan. PHE Subholding Upstream kembali melaksanakan Surveillance Audit ke-2 atas ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan mendapat status sertifikasi dipertahankan. Sementara improved global economic conditions. Domestic demand for oil and gas is expected to remain high in the coming years, despite the development of new, renewable energy and energy conversion (NREEC) technologies.According to the Indonesian Agency for the Assessment and Application of Technology (BPPT), energy demand in Indonesia will increase by an annual average of 4.3%. The energy demand is anticipated to rise to 3,2 million BOE in 2035, including oil and gas. PHE Subholding Upstream continues to drill exploratory wells to increase reserves and contribute to achieving national energy security. This is done to ensure the Company%u2019s continued existence and ability to contribute to achieving national energy security.GOOD CORPORATE GOVERNANCE IMPLEMENTATIONPHE Subholding Upstream is committed to implementing GCG practices. PHE Subholding Upstream is committed to the implementation of GCG procedures. GCG implementation in 2022 was conducted in accordance with universal GCG principles. The Decree of the Secretary of the Minister of BUMN No. SK-16/S.MBU/2012 Concerning Indicators/Parameters for Assessment and Evaluation of the Implementation of Good Corporate Governance (GCG) in SOEs is used to conduct an annual GCG assessment. On a scale of 100, the results of the GCG assessment for 2022 are 85.052 or the %u2018Very Good%u2019 category.Transparency is one of the guiding principles of the GCG. It is implemented by submitting State Official Wealth Reports (LHKPN) and implementing anti-corruption and anti-bribery policies. All Subsidiaries must implement anti-corruption and anti-bribery policies. PHE Subholding Upstream performed a second Surveillance Audit on its ISO 37001:2016 AntiBribery Management System (SMAP) and was re-certified. Meanwhile, there are currently eight Subsidiaries with SMAP ISO 37001:2016 certification. On the other hand, in 2022, Report from the Board of DirectorsLaporan Direksi
                                
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49