Page 730 - Demo
P. 730


                                    The original consolidated financial statements included hereinare in the Indonesian language.PT PERTAMINA HULU ENERGI DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES Lampiran 5/50 ScheduleCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN31 DESEMBER 2020(Dinyatakan dalam ribuan dolar AS, kecuali dinyatakan lain)NOTES TO THE CONSOLIDATEDFINANCIAL STATEMENTSDECEMBER 31, 2020(Expressed in thousands of US dollars,unless otherwise stated)3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING(lanjutan)3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTINGPOLICIES (continued)k. Aset minyak dan gas bumi (lanjutan) k. Oil and gas properties (continued)ii. Aset pengembangan ii. Development assetsBiaya-biaya pengeboran sumur dalampengembangan termasuk biaya pengeboransumur pengembangan yang tidakmenghasilkan dan sumur pengembanganstratigrafi dikapitalisasi sebagai bagian dariaset dalam penyelesaian sumurpengembangan hingga proses pengeboranselesai. Pada saat pengembangan sumurtelah selesai pada lapangan tertentu, makasumur tersebut akan ditransfer sebagaisumur produksi.The costs of drilling development wellsincluding the costs of drilling unsuccessfuldevelopment wells and development-typestratigraphic wells are capitalised as part ofassets under construction of developmentwells until drilling is completed. When thedevelopment well is completed in a specificfield, it is transferred to production wells.iii. Aset produksi iii. Production assetsAset produksi merupakan agregasi aseteksplorasi dan evaluasi dan pengeluaranpengembangan yang berhubungan dengansumur berproduksi. Aset produksidideplesikan menggunakan metode unitproduksi berdasarkan cadangan terbuktiyang telah dikembangkan sejak dimulainyaproduksi komersialnya dari masing-masinglapangan.Production assets are aggregated explorationand evaluation assets and developmentexpenditures associated with the producingwells. Production assets are depleted using aunit-of-production method on the basis ofproved developed reserves, from the date ofcommercial production of the respective field.iv. Hak kepemilikan atas operasi unitisasi iv. Ownership interests in unitisationoperationsAset bersama adalah aset dimana setiappihak mempunyai hak dan kepemilikanbersama. Setiap pihak memiliki hak eksklusifuntuk mendapatkan bagian dari aset danmanfaat ekonomis yang dihasilkan oleh asettersebut.A joint asset is an asset to which each partyhas rights and often has joint ownership. Eachparty has exclusive rights to a share of theasset and the economic benefits generatedfrom that asset.Pada unitisasi, operator dan non-operatormempersatukan aset mereka di dalam satulapangan produksi untuk membentuk satuunit produksi dan sebagai imbalan menerimakepemilikan di dalam unit tersebut. Dengandemikian, operasi unitisasi adalah perjanjianpengendalian bersama aset. Berdasarkanperjanjian ini, Perusahaan dan Entitas Anakmencatat bagiannya atas pengendalianbersama aset, setiap liabilitas yang terjadi,bagiannya atas liabilitas yang terjadibersama dengan pihak lain yang berkaitandengan perjanjian bersama, setiappenghasilan dari penjualan ataupenggunaan bagiannya atas output venturabersama, bersama dengan bagiannya atasbeban yang terjadi pada ventura bersama.In a unitisation, all the operating and nonoperating participants pool their assets in aproducing field to form a single unit and inreturn receive an undivided interest in thatunit. As such, a unitisation operation is a jointlycontrolled asset arrangement. Under thisarrangement, the Company and Subsidiariesrecords its share of the joint asset, anyliabilities it incurs, its share of any liabilitiesincurred jointly with the other parties relatingto the joint arrangement, any revenue from thesale or use of its share of the output of the jointasset and any expenses it incurs in respect ofits interest in the joint arrangement.Laporan ManajemenManagement ReportProfil PerusahaanCompany ProfileAnalisa & Diskusi ManajemenManagement Discussion & AnalysisIkhtisar 20202020 HighlightsPT Pertamina Hulu Energi2020 Laporan Tahunan TerintegrasiIntegrated Annual Report 730
                                
   724   725   726   727   728   729   730   731   732   733   734