Page 578 - Demo
P. 578
578 PT Pertamina Hulu Energi 2022Laporan TahunanAnnual ReportThe original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language.PT PERTAMINA HULU ENERGI TBK DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES Daftar 5/139 ScheduleCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIANTanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020serta Untuk Tahun yang Berakhir padaTanggal-Tanggal 31 Desember 2020, 2021, dan 2020(Disajikan dalam ribuan dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)NOTES TO THE CONSOLIDATEDFINANCIAL STATEMENTSAs of December 31, 2022, 2021, and 2020and For The Years Ended December 31, 2022, 2021, and 2020 (Expressed in thousands of United States dollars,unless otherwise stated)26. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 26. SHORT TERM BANK LOANS (continued)1. Pinjaman bank PDSI (lanjutan) 1. PDSI bank loan (continued)Pada tanggal 3 Juni 2021, Pertamina menyetujui penambahan fasilitas pinjaman Notional Pooling di BRI sebesar Rp512.000 juta (nilai penuh) (setara dengan AS$32.837) untuk pendanaan investasi atas empat unit rig 550 HP, sampai dengan PDSI memperoleh pendanaan eksternal jangka panjang. Penerimaan pinjaman dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2021 yang akan dilunasi dalam jangka waktu 12 bulan.On June 3, 2021, Pertamina approved the additional Notional Pooling loan facility at BRI amounting to Rp512,000 million (full amount) (equivalent to US$32,837) for investment funding of four 550 HP rigs, until PDSI obtained long-term external funding. The loan was drawn on October 21, 2021, to be repaid within 12 months.Jumlah kebutuhan pinjaman yang disetujui untuk Mandiri adalah Rp200.000 juta (nilai penuh) (setara dengan AS$12.827) dan AS$10.000. Perjanjian pinjaman berakhir pada 14 Agustus 2022 sesuai dengan ketentuan Addendum Ketiga perjanjian.The total loan requirement approved for Mandiri is Rp200,000 million (full amount) (equivalent to US$12,827) and US$10.000. The loan agreement expired on August 14, 2022 in accordance with the terms of the Third Addendum to the agreement.Addendum Keempat Nomor SPJ011/H00000/2022-S4 yang disetujui Pertamina dan Bank Mandiri pada tanggal 12 September 2022 memperpanjang jangka waktu perjanjian sejak 15 Agustus 2016 hingga 14 Agustus 2023.The Fourth Addendum number SPJ011/H00000/2022-S4 which was approved by Pertamina and Bank Mandiri on September 12, 2022 extended the term of the agreement from August 15, 2016 to August 14, 2023.Pada tanggal 8 Februari 2022, Pertamina sebagai pengelola Notional Pooling menerbitkan Surat No.097/H20200/2022-S4 untuk penyesuaian Limit Notional Pooling Bank Mandiri dan BRI, sehingga fasilitas pinjaman berubah menjadi Rp700.000 juta (nilai penuh) (setara dengan AS$44.895) di BRI dan Rp100.000 juta (nilai penuh) (setara dengan AS$6.414) di Mandiri.On February 8, 2022, Pertamina as the manager of Notional Pooling issued a LetterNo.097/H20200/2022-S4 for Adjusting the Notional Pooling Limit for Bank Mandiri and BRI, so that the loan facility was changed to Rp700,000 million (full amount) (equivalent to US$44,895) at BRI and Rp100,000 million (full amount) (equivalent to US$6,414) at Mandiri. Pada tanggal 20 Oktober 2022 PDSI melakukan pelunasan pinjaman jangka pendek di Bank BRI senilai Rp322.636 juta (nilai penuh) (setara dengan AS$20.692).In October 20, 2022 PDSI paid off short-term loan at BRI Bank in the amount of Rp322,636 millions (full amount) (equivalent to US$20,692)Pada tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020 semua fasilitas pinjaman yang diperoleh oleh PDSI adalah tanpa jaminan.As of December 31, 2022, 2021, and 2020 all credit facilities obtained by PDSI are unsecured.Beban bunga yang dibukukan atas pinjaman bank di tahun 31 Desember 2022 adalah Rp25.256 juta (nilai penuh) (setara dengan AS$1.698), (2021: Rp22.534 juta (nilai penuh) (setara dengan AS$1,574), dan (2020: Rp.14.093 juta (nilai penuh) (setara dengan AS$967).Interest expense recorded for the short-term bank loan during December 31, 2022 is Rp25,256 million (full amount) (equivalent to US$1,478), (2021: is Rp22.534 million (full amount) (equivalent to US$1,574) and (2020: is Rp14.093 million (full amount) (equivalent to US$967)). Fasilitas ini tidak mengharuskan PDSI untuk memenuhi persyaratan dalam perjanjian kredit.These facilities do not require PDSI to comply to certain requirement as stipulated in the credit agreement.

