Page 302 - Demo
P. 302


                                    Eco Edufarming adalah program inovasi sosial yang dikembangkan untuk merevitalisasi lahan kering di Desa Bandangdaja, Bangkalan, Madura, dengan pendekatan pertanian regeneratif berbasis teknologi tepat guna yang diinisiasi oleh PHE WMO. Program ini bertujuan mengatasi masalah kekeringan, ketergantungan pangan dari luar daerah, serta rendahnya kesejahteraan petani lokal. Dengan menerapkan metode regenerative agriculture, program ini berfokus pada pemulihan ekosistem tanah, efisiensi penggunaan air, dan pengelolaan pertanian berkelanjutan.Teknologi utama yang diterapkan dalam program ini mencakup irigasi tetes, pemanfaatan energi surya untuk pompa air, sistem Machida untuk budidaya melon hidroponik, rain harvesting, serta pemanfaatan limbah organik untuk pupuk kompos. Program ini juga mengembangkan Eduwisata Pertanian yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi petani dan masyarakat sekitar. Dengan konsep %u201cBersahabat dengan Hama%u201d, petani dilatih untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan menerapkan pengelolaan hama berbasis ekologi.Eco Edufarming is a social innovation program developed to revitalize dry land in Bandangdaja Village, Bangkalan, Madura, with a regenerative agriculture approach based on appropriate technology initiated by PHE WMO. This program aims to overcome the problems of drought, food dependence from outside the region, and the low welfare of local farmers. By implementing regenerative agriculture methods, this program focuses on restoring soil ecosystems, efficient water use, and sustainable agricultural management.The main technologies implemented in this program include drip irrigation, solar energy utilization for water pumps, Machida system for hydroponic melon cultivation, rain harvesting, and utilization of organic waste for compost fertilizer. This program also develops Agricultural Edutourism which functions as a learning center for farmers and the surrounding community. With the concept of \to reduce dependence on chemical pesticides and implement ecological-based pest management.PROGRAM ECO EDUFARMINGHULU ENERGILaporan Keberlanjutan %u2022 Sustainability Report 300
                                
   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305   306