Page 305 - Demo
P. 305
Ultra High Density Plantation (UHDP) diterapkan dalam perkebunan mangga, menggunakan sistem sprinkle dan panel surya untuk irigasi yang lebih efisien. Dengan konsep inklusif, program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk lansia, janda, penyandang disabilitas, dan keluarga PMI, guna menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.Dari sisi lingkungan, program ini telah melakukan penanaman 1.705 bibit pohon, yang berkontribusi pada reduksi emisi karbon sebesar 0,73 tCO%u2082e. Selain itu, pengolahan limbah menghasilkan pengurangan signifikan dalam pencemaran lingkungan, termasuk sampah diaper yang diolah menjadi pot tanaman, serta limbah kotoran ternak yang diubah menjadi biogas. Upaya ini membantu mengurangi risiko banjir di Desa Compreng serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.Dari sisi ekonomi dan sosial, program ini berhasil mengentaskan 5,81% kemiskinan di Kabupaten Subang serta meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan. Warjos Purnama telah memberikan pelatihan dan keterampilan kepada 62 peserta, sementara program edukasi Purnama Goes to School telah menjangkau 3.521 siswa, dan 120 orang melalui Purnama Goes to Community. Dari sisi ekonomi, sebanyak 19 dari 327 keluarga miskin di Desa Compreng telah terentaskan, serta beberapa kelompok rentan seperti 2 lansia, 11 janda, dan 3 penyandang disabilitas mendapatkan peningkatan pendapatan. Program ini juga menghasilkan penghematan biaya operasional sebesar Rp58.900.000 per tahun serta pendapatan kelompok Swarna Integrated Farming Rp250.000.000/tahun melalui inovasi yang diterapkan.Nilai SROI SROI Score 2,0711Density Plantation (UHDP) technology is applied in mango plantations, using a sprinkler system and solar panels for more efficient irrigation. With an inclusive concept, this program involves various elements of society, including the elderly, widows, people with disabilities, and PMI families, in order to create a sustainable empowerment ecosystem.From the aspect of environment, the program has planted 1,705 tree seedlings, which contributed to a reduction in carbon emissions of 0.73 tCO%u2082e. In addition, waste processing resulted in a significant reduction in environmental pollution, including diaper waste being processed into plant pots, and livestock waste being converted into biogas. These efforts help reduce the risk of flooding in Compreng Village and raise public awareness of the importance of environmentally friendly waste management.From the aspect of economy and social, this program has succeeded in eradicating 5.81% of poverty in Subang Regency and improving the welfare of vulnerable groups. Warjos Purnama has provided training and skills for 62 participants, while the Purnama Goes to School education program has reached 3,521 students, and 120 people through Purnama Goes to Community. From the aspect of economy, poverty of 19 out of 327 families in Compreng Village has been eradicated, and several vulnerable groups such as 2 elderly people, 11 widows, and 3 people with disabilities have increased their income. This program also resulted in operational cost savings of Rp58,900,000 per year and the income of the Swarna Integrated Farming group of Rp250,000,000/year through the innovations implemented.01020304050607080910Menciptakan Nilai Bersama bagi Masyarakat Menciptakan Nilai Bersama bagi Masyarakat11 PT Pertamina Hulu Energi 303

