Page 293 - Demo
P. 293


                                    konservasi hutan, agroforestri berbasis apikultur (budidaya lebah madu), serta pengembangan ekowisata berbasis edukasi. Dengan melibatkan masyarakat lokal, program ini bertujuan untuk mengubah pola perilaku mereka dalam mengelola hutan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat adat melalui sumber penghidupan alternatif seperti produksi madu dan jasa wisata.Berbeda dari pendekatan konservasi konvensional, SIMPUL EMAS mengintegrasikan kebutuhan ekonomi dengan kepentingan lingkungan dalam sebuah ekosistem bisnis berkelanjutan. Program ini memberikan pelatihan kepada masyarakat dalam bidang pengelolaan madu, konservasi hutan, dan ekowisata, sehingga masyarakat tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi. Selain itu, program ini juga melibatkan pemuda dan anak-anak dalam upaya edukasi lingkungan dan pemberdayaan sosial, menjadikannya model konservasi berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain.Program SIMPUL EMAS telah memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat adat Togong-Tanga, khususnya dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Secara ekonomi, program ini telah meningkatkan pendapatan anggota kelompok masyarakat yang terlibat dalam produksi madu, dengan peningkatan rata-rata penghasilan antara Rp1.445.000 %u2013 Rp8.547.534 per bulan. Selain itu, masyarakat adat berhasil mengelola lebih dari 13 Ha kawasan konservasi berbasis masyarakat dan memperluas cakupannya hingga lebih dari Ha di enam desa lain sebagai bagian dari replikasi model konservasi.Dari sisi sosial, program ini telah membantu 25 keluarga miskin yang sebelumnya bergantung pada perburuan liar dan perambahan hutan untuk beralih ke usaha berkelanjutan. Empat orang dari komunitas adat kini dipercaya mengelola pusat pengolahan madu di Kokolomboi. Program ini juga melibatkan 9 pemuda yang sebelumnya putus sekolah dalam pengelolaan ekowisata dan produksi madu. Infrastruktur desa juga mengalami peningkatan, dengan perbaikan akses jalan yang memudahkan mobilitas masyarakat dan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak.forest conservation, apiculture-based agroforestry (honey bee cultivation), and education-based ecotourism development. By involving local communities, this program aims to change their behavioral patterns in managing forests sustainably, while improving the economic welfare of indigenous communities through alternative livelihoods such as honey production and tourism services.Different from conventional conservation approaches, SIMPUL EMAS integrates economic needs with environmental interests in a sustainable business ecosystem. This program provides training for the communities in honey management, forest conservation, and ecotourism, so that the communities not only preserve nature but also gain economic benefits. In addition, this program also involves youth and children in environmental education and social empowerment efforts, making it a community-based conservation model that can be replicated in other areas.The SIMPUL EMAS program has had a significant impact on the Togong-Tanga indigenous community, especially in economic, social, and environmental aspects. Economically, this program has increased the income of community group members involved in honey production, with an average increase in income between Rp1,445,000 - Rp8,547,534 per month. In addition, the indigenous community has succeeded in managing more than 13 Ha of community-based conservation areas and expanding its coverage to more than Ha in six other villages as a part of the replication of the conservation model.From the social aspect, the program has helped 25 poor families who previously depended on poaching and forest encroachment to switch to sustainable businesses. Four people from the indigenous community are now trusted to manage the honey processing center in Kokolomboi. The program also involves 9 young people who previously dropped out of school in managing ecotourism and honey production. Village infrastructure has also improved, with improved road access that facilitates community mobility and increases access to education for children.Nilai SROI SROI Score 3,630501020304050607080910Menciptakan Nilai Bersama bagi Masyarakat Menciptakan Nilai Bersama bagi Masyarakat11 PT Pertamina Hulu Energi 291
                                
   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297