Page 188 - Demo
P. 188


                                    Emisi yang DihasilkanEmission Produced14,94 juta TonCO2eq*6,81%dari tahun sebelumnyafrom previous yearIntensitas EmisiEmission Intensity0,047 TonCO2eq /BOE**22,8%dari tahun sebelumnyafrom previous yearPengurangan EmisiEmission Reduction1,186 juta TonCO2eq*Intensitas emisi dihitung dengan membandingkan rasio antara total absolut emisi dengan total produksi (gross up production). Gross up produksi untuk Tahun 2024 adalah sebesar 266,477,193.46 BOE.*) Merupakan Total emisi yang dihasilkan di Subholding Upstream yang memperhitungkan emisi dari Badak LNG, PDSI, dan Elnusa.**)Intensitas emisi dihitung tanpa memasukkan total emisi dari Badak LNG, PDSI, dan Elnusa. Nilai emisi yang dihasilkan tanpa Badak LNG, PDSI, dan Elnusa adalah 12,56 juta TonCO2Eq.Emission intensity is calculated by comparing the ratio between the absolute total emissions and the total production (gross-up production). Gross-up production for 2024 is 266,477,193.46 BOE.*) This is the total emissions generated in the Subholding Upstream which takesinto account emissions from Badak LNG, PDSI, and Elnusa.**)Emission intensity is calculated without including total emissions from Badak LNG, PDSI, and Elnusa. The emission value generated without Badak LNG, PDSI, and Elnusa is 12.56 million TonCO2eq.Matriks dan TargetPHE secara reguler melakukan pengukuran tingkat emisi yang dihasilkan. Perhitungan emisi mengacu pada InternationalGHG Standard Protocol, dan menggunakan operationalcontrol approach. Penghitungan hanya dilakukan untuk emisi dari cadangan yang sudah dieksploitasi maupun yang terproduksi, meliputi sumber emisi tidak bergerak dan sumber emisi bergerak. Emisi Cakupan 1 berasal dari kegiatan produksi migas dan konsumsi bahan bakar. Emisi karbon biogenik sudah masuk di dalam cakupan perhitungan emisi GRK yang berasal dari kegiatan pembakaran dalam dan luar, suar bakar, venting dan proses, serta fugitive. Sedangkan emisi Cakupan 2 berasal dari pembelian listrik dari pihak ketiga pada seluruh Anak Perusahaan. Parameter pengukuran dan perhitungan mengacu pada Standar Pertamina Nomor A04-005/S00000/2022-S9 tentang Pedoman Pengukuran, Penghitungan, Pelaporan, dan Verifikasi Emisi Gas Rumah Kaca sesuai Permen LH No. 12 tahun 2012 yang dinyatakan dalam TonCO2eq. Base year emission yang digunakan di PHE Suholding Upstream adalah tahun 2021. Pada tahun 2021, terdapat perubahan yang cukup signifikan pada organisasi PHE dengan bergabungnya Zona Rokan dan PT Badak LNG ke dalam PHE Group. Emisi cakupan 1 pada tahun 2021 adalah 10.056 ribu ton CO2eq, sedangkan emisi cakupan 2 pada tahun 2021 adalah 887,36 ribu ton CO2eq. Emisi cakupan 3 belum menggunakan base year karena baru mulai dihitung pada tahun 2023. [GRI 305-1, 305-2]Scope 1 emissions come from oil and gas production and fuel consumption activities. Biogenic carbon emissions are included in the scope of calculations of GHG emissions originating from internal and external combustion activities, flaring, venting and processes, and fugitives. Meanwhile, Scope 2 emissions come from electricity purchase from third parties in all Subsidiaries. Measurement and calculation parameters refer to Pertamina Standard Number A04-005/S00000/2022-S9 concerning Guidelines for Measurement, Calculation, Reporting, and Verification of Greenhouse Gas Emissions according to Regulation of Minister of Environment No. 12 of 2012 which is stated in TonCO2eq. The base year for emissions used in PHE Subholding Upstream is 2021. In that year, there were significant organizational changes within PHE, marked by the integration of Rokan Zone and PT Badak LNG into the PHE Group. Scope 1 emissions in 2021 amounted to 10,056 thousand tons of CO2eq, while Scope 2 emissions were recorded at 887.36 thousand tons of CO2eq. Scope 3 emissions do not yet have a designated base year, as calculations only began in 2023. [GRI 305-1, 305-2]Matriks and TargetPHE regularly measures the level of emissions produced. Emission calculations refer to the International GHG Standard Protocol, and use the operational control approach. Calculations are only done for emissions from reserves that have been exploited or produced, including stationary emission sources and mobile emission sources.HULU ENERGILaporan Keberlanjutan %u2022 Sustainability Report 186
                                
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192