Page 172 - Demo
P. 172


                                    Untuk meminimalkan risiko sekaligus mengoptimalkan peluang tersebut, PHE mengintegrasikan strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim ke dalam perencanaan dan operasionalnya. Perusahaan berinvestasi dalam energi terbarukan, efisiensi energi, dan pengembangan infrastruktur yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Selain itu, langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lingkungan juga diterapkan guna mengurangi potensi dampak negatif. Dengan pendekatan ini, PHE tidak hanya dapat mengurangi eksposur terhadap risiko transisi energi tetapi juga memposisikan diri sebagai pemimpin dalam industri yang semakin mengedepankan keberlanjutan.PHE menyadari bahwa perubahan iklim menghadirkan risiko fisik yang signifikan, seperti kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan peningkatan suhu. Untuk mengurangi dampaknya, PHE telah menerapkan berbagai strategi mitigasi. Dalam menghadapi risiko kenaikan permukaan air laut, perusahaan berinvestasi dalam pembangunan tanggul laut dan infrastruktur tahan banjir guna melindungi fasilitas operasionalnya. Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, PHE telah mengembangkan sistem peringatan dini, memasang stasiun cuaca, serta menyusun rencana evakuasi bagi karyawan guna memastikan respons yang cepat dan efektif terhadap kondisi darurat.Guna mengatasi perubahan pola presipitasi dan peningkatan iklim, PHE mengelola penggunaan air dengan lebih efisien melalui pengumpulan air hujan, penerapan metode irigasi hemat air, serta strategi pengurangan konsumsi air untuk meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan. Di sisi lain, PHE juga memperkuat komitmennya dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dengan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan menerapkan langkah-langkah efisiensi energi, yang tidak hanya menekan jejak karbon perusahaan tetapi juga membantu mengurangi dampak pemanasan global. Melalui berbagai inisiatif ini, PHE bertujuan untuk meningkatkan ketahanan perusahaan terhadap ancaman perubahan iklim.PHE telah mengidentifikasi risiko dan peluang terkait iklim dalam jangka pendek (0-3 tahun), menengah (3-6 tahun), dan panjang (6-30 tahun). Evaluasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan seperti analisis skenario, proyeksi biaya, dan alat Perencanaan Jangka Panjang Emisi untuk menilai dampak keuangan dan menyusun strategi mitigasi yang tepat.Hasil monitoring risiko tahun 2024 menunjukkan efektivitas dalam menurunkan tingkat risiko hingga berada dalam batas toleransi manajemen, serta Risk Residual Exposure tetap di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh perusahaan. Selain itu, PHE telah mengadopsi Business Continuity Management System (BCMS) yang berlandaskan pada ISO 22301:2019, sebagai pedoman dalam merencanakan dan mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga. Dengan sistem ini, PHE dapat memastikan keberlanjutan operasional serta meningkatkan daya tahan perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan transisi energi.To minimize risks and optimize opportunities, PHE integrates climate change adaptation and mitigation strategies into its planning and operations. The company invests in renewable energy, energy efficiency, and infrastructure development that is more resilient to climate change. In addition, steps to increase transparency and accountability in environmental management are also implemented to reduce potential negative impacts. With this approach, PHE can not only reduce exposure to energy transition risks but also position itself as a leader in an industry that increasingly prioritizes sustainability.PHE recognizes that climate change presents significant physical risks, such as sea level rise, extreme weather, changing rainfall patterns and increasing temperatures. To reduce the impact, PHE has implemented various mitigation strategies. In response to the risk of sea level rise, the company has invested in the construction of sea walls and flood-resistant infrastructure to protect its operational facilities. In anticipation of extreme weather, PHE has developed an early warning system, installed weather stations and developed an evacuation plan for employees to ensure a quick and effective response to emergencies.To address changing precipitation patterns and climate change, PHE manages water use more efficiently through rainwater harvesting, implementing water-saving irrigation methods, and water consumption reduction strategies to increase resilience to drought. On the other hand, PHE also strengthens its commitment to reducing greenhouse gas emissions by increasing the use of renewable energy and implementing energy efficiency measures, which not only reduce the company%u2019s carbon footprint but also help mitigate the impact of global warming. Through these initiatives, PHE aims to increase the company%u2019s resilience to the threat of climate change.PHE has identified climate-related risks and opportunities in the short (0-3 years), medium (3-6 years), and long (6-30 years) term. This evaluation was conducted using approaches such as scenario analysis, cost projections, and the LongTerm Emissions Planning tool to assess financial impacts and develop appropriate mitigation strategies.The results of risk monitoring in 2024 show effectiveness in reducing the risk level to within the management tolerance limit, and the Risk Residual Exposure remained below the threshold set by the company. In addition, PHE has adopted the Business Continuity Management System (BCMS) based on ISO 22301:2019, as a guideline in planning and preparing the company to face unexpected situations. With this system, PHE can ensure operational sustainability and increase the company%u2019s resilience in facing the challenges of climate change and energy transition.HULU ENERGILaporan Keberlanjutan %u2022 Sustainability Report 170
                                
   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176