Page 656 - Demo
P. 656
656 PT Pertamina Hulu Energi 2022Laporan TahunanAnnual ReportThe original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language.PT PERTAMINA HULU ENERGI TBK DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES Daftar 5/217 ScheduleCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIANTanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020serta Untuk Tahun yang Berakhir padaTanggal-Tanggal 31 Desember 2020, 2021, dan 2020(Disajikan dalam ribuan dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain)NOTES TO THE CONSOLIDATEDFINANCIAL STATEMENTSAs of December 31, 2022, 2021, and 2020and For The Years Ended December 31, 2022, 2021, and 2020 (Expressed in thousands of United States dollars,unless otherwise stated)45. PERJANJIAN, KOMITMEN DAN KONTINJENSI PENTING (lanjutan)45. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)j. Perjanjian Unitisasi Jambaran Tiung Biru -PEPC (lanjutan) j. Jambaran Tiung Biru Unitization Agreement -PEPC (continued)EMCL menyetujui pengembangan Unitisasi Lapangan JTB tanpa partisipasi EMCL. PEPC dan EMCL menyepakati bahwa biaya yang ditetapkan sehubungan pengambilalihan unit participating interest adalah sebesar AS$103.000 yang terdiri dari opportunity valuesebesar AS$32.600 dan reimbursement atas pengeluaran biaya EMCL dan Ampolex sampai dengan 31 Juli 2017 sebesar AS$70.400. Hak atas hidrokarbon, akrual dan properti masa depan dan unit properti atas lapangan JTB akan beralih dari EMCL kepada PEPC. EMCL tidak bertanggungjawab atas pengembalian biaya operasi yang terkait dengan lapangan JTB.EMCL approved the development of a field Unitisasi JTB without participation of the EMCL. PEPC and EMCL agreed that the costs set out in respect of the takeover of the unit's participating interest is US$103,000 which consists of the opportunity value of US$32,600 and reimbursements over expenses EMCL and Ampolex until July 31, 2017 amounted to US$70,400. The right of hydrocarbons, accrual and future property and unit property over JTB field will switch from EMCL to the PEPC. EMCL is not responsible for any recovery of operations cost associated with JTB fields.Efektif sejak tanggal 3 November 2017, participating interest PEPC di lapangan unitisasi JTB menjadi 82,74%. Pembayaran untuk akuisisi atas participating interest ini dicatat sebagai aset minyak dan gas bumi.Effective from November 3, 2017, the PEPC%u2019s participating interest in JTB unitization field is 82.74%. The consideration for this acquisition was recorded as oil and gas properties. Melalui Surat No. 001/KETUA-BKS/XI/2017 tanggal 17 November 2017 dan Surat No. 004/KETUA-BKS/XII/2017 tanggal 19 Desember 2017, BUMD menyampaikan penarikan diri dari pengembangan lapangan JTB terhitung mulai tanggal 1 Januari 2018, sehingga PEPC menambah 9,19% PI di lapangan unitisasi JTB menjadi 91,9399%. Atas transaksi ini, PEPC mengganti cash call yang telah dibayarkan BUMD tersebut sebesar AS$16.764.058 (nilai penuh), yang dicatat PEPC sebagai penambah aset minyak dan gas bumi. Komposisi partisipasi di lapangan unitisasi JTB sejak 1 Januari 2018 adalah:Through the letter No. 001/KETUA-BKS/XI/2017 dated November 17, 2017 and letterNo. 004/KETUA-BKS/XII/2017 dated December 19, 2017, BUMD submits their withdrawal from the development of JTB field starting from January 1, 2018 resulting in additional 9.19% PI to PEPC in JTB unitization field to become 91.9399%. On this transaction, PEPC reimbursed the total cash call paid by BUMD amounting to US$16,764,058 (full amount) which is recorded by PEPC as additional oil and gas properties. The participating compositions of the JTB unitization field from January 1, 2018 onward is:Participant Unit interest (%)PEPC 91,9399PEP 8,0601k. Tarif Pemanfaatan Kilang LNG Badak untuk Kontrak Penjualan Western Buyers (%u201cWBX%u201d) dan Nusantara Regas (%u201cNR%u201d)k. The Utilization Tariff of Badak LNG Plant for Western Buyers (%u201cWBX%u201d) and Nusantara Regas (%u201cNR%u201d) Sales ContractsMenteri Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dalam surat No. S-355/MK.6/2017 tanggal 29 Desember 2017 tentang Persetujuan Pemanfaatan Barang Milik Negara Berupa Aktiva Kilang LNG Badak untuk Gas Bumi dari Wilayah Kerja Mahakam Pasca-2017, memberikan persetujuan kepada PHM untuk memanfaatkan kilang LNG Badak untuk pemrosesan gas dari wilayah kerja Mahakam dengan membayar tarif pemanfaatan sebesar AS$0,22/MMBTU, diluar biaya operasi dan pemeliharaan serta pengeluaran kapital (%u201cSurat S-355/2017%u201d).The Minister of Finance (%u201cMoF%u201d) through the Directorate General of State Assets, in its letter No. S-355/MK.6/2017 dated December 29, 2017 regarding the Approval of the Utilization of Stateowned Assets of Badak LNG Plant for the Gas from Mahakam Working Area Post-2017, has granted approval to PHM for utilizing the Badak LNG plant to process the gas from the Mahakam working area by paying a utilization tariff of US$0.22/MMBTU, excluding operating and maintenance cost and capital expenditures (%u201cLetter S-355/2017%u201d).

