Page 267 - Demo
P. 267
Rasio kas pada tahun 2024 sebesar 42,15%, menurun sebesar 41,25% jika dibandingkan rasio kas pada tahun 2023. Hal ini disesbabkan oleh penurunan jumlah kas ditambah dengan penambahan kewajiban jangka pendek. Rasio lancar pada tahun 2024 sebesar 129,57%, menurun sebesar 34,60% jika dibandingkan tahun 2023 yaitu 164,17% juga terutama disebabkan karena penurunan jumlah kas yang cukup signifikan.Rasio Solvabilitas: Kemampuan Membayar Utang Jangka Pendek dan Jangka PanjangRasio solvabilitas menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajibannya dan diukur melalui beberapa rasio, yaitu:1. Rasio utang berbunga terhadap aset yang dihitung dengan cara membandingkan jumlah utang berbunga dengan jumlah aset.2. Rasio utang berbunga terhadap ekuitas yang dihitung dengan cara membandingkan jumlah utang berbunga dengan jumlah ekuitas.3. Rasio utang berbunga terhadap EBITDA yang dihitung dengan cara membandingkan jumlah utang berbunga dengan EBITDA.4. Rasio cakupan utang dihitung dengan dua pendekatan, yaitu basis akrual dan basis kas. Pada basis kas, rasio ini diperoleh dengan membandingkan Cash Flow Available for Debt Services dengan pembayaran tunai dari pokok pinjaman atas utang jangka pendek dan jangka panjang, termasuk liabilitas sewa, serta biaya bunga dari pinjaman dan liabilitas sewa. Sedangkan pada basis akrual, rasio cakupan utang dihitung dengan membandingkan EBITDA dengan pembayaran pokok pinjaman atas utang jangka pendek dan jangka panjang, termasuk liabilitas sewa, serta beban bunga dari pinjaman dan liabilitas sewa.The cash ratio in 2024 was 42.15%, down 41.25% compared to that in 2023. This was due to a decrease in the amount of cash plus the addition of short-term liabilities. The current ratio in 2024 was 129.57%, down 34.60% compared to that of 2023 which was 164.17%, also mainly due to a significant decrease in the amount of cash.Solvency Ratio: Ability to Pay Short-Term and Long-Term DebtsThe solvency ratio shows the Company's ability to pay its obligations and is measured through several ratios, namely:1. Interest-bearing debt to assets ratio, calculated by comparing the amount of interest-bearing debt to the amount of assets.2. Interest-bearing debt to equity ratio, calculated by comparing the amount of interest-bearing debt to the amount of equity.3. Interest-bearing debt to EBITDA ratio, calculated by comparing the amount of interest-bearing debt with EBITDA.4. The debt coverage ratio is calculated using two approaches: the accrual basis and the cash basis. Under the cash basis, the ratio is derived by comparing the Cash Flow Available for Debt Services with the actual cash payments for the principal of short-term and long-term debt, including lease liabilities, as well as interest expenses on loans and lease liabilities. Under the accrual basis, the debt coverage ratio is calculated by comparing EBITDA with the principal payments of short-term and long-term debt, including lease liabilities, and interest expenses on loans and lease liabilities.Rasio LikuiditasLiquidity Ratio 2024 2023 Kenaikan - (Penurunan)Increase - (Decrease)Rasio Kas (%)Cash Ratio (%) 42,45 83,40 (40,95) %uf0e2Rasio Lancar (%)Current Ratio (%) 130,48 164,17 (33,69) %uf0e2010203 04 Management Discussion & Analysis Pembahasan & Analisis Manajemen050607 PT Pertamina Hulu Energi 265

