Page 205 - Demo
P. 205


                                    Faktor PendukungSupporting FactorsFaktor PenghambatInhibiting FactorsLifting Minyak/ Oil LiftingUpaya optimasi lifting dengan meminimalkan settling timedan deadstock di akhir tahun.Efforts to optimize lifting by minimizing settling time and deadstock at the end of the year.Realisasi produksi dari beberapa lapangan dan wilayah kerja di bawah target.Production realization from several fields and work areas were below target.Koordinasi intensif optimalisasi lifting untuk menentukan rencana dan pelaksanaan lifting dengan SKK Migas, PT KPI dan operator terminal.Intensive coordinations on lifting optimization to determine lifting plans and implementation with SKK Migas, PT KPI and terminal operators.Kendala pola operasi pengiriman minyak mentah dan kondensat yang menyebabkan tidak terpenuhinya kualitas minyak mentah dan kondensat.Constraints in the operational patterns of crude oil and condensate shipments that resulted in the quality of crude oil and condensate not being met.Lifting Gas/ Lifting GasPenjualan excess produksi gas Regional 3 Kalimantan dengan strategi komersialisasi LNG melalui pemenuhan kontrak mid-term dan penjualan uncommitted/spot cargo.Sales of excess gas production from Region 3 Kalimantan with an LNG commercialization strategy through the fulfillment of mid-term contracts and sales of uncommitted/spot cargo.Realisasi produksi dari beberapa lapangan dan wilayah kerja di bawah target.Production realization from several fields and work areas wasis below target.Serapan gas yang optimal dari beberapa konsumen gas.Optimal gas absorption from several gas consumers.ketidakstabilan serapan gas yang disebabkan unplanned shutdown beberapa konsumen gas.instability of gas absorption caused by the unplanned shutdown of several gas consumers.Penjualan gas baru pada tahun 2024, diantaranya dari lapangan Limau Regional 1, wilayah kerja OSES Regional 2 dan LPG Regional 3.New gas sales in 2024, including from the Limau Regional 1 field, OSES Regional 2 working area and LPG Regional 3 working areas.Low demand penyerapan gas Jambaran Tiung Biru selama periode Januari - Mei 2024.Low demands for Jambaran Tiung Biru gas absorption during the period of January - May 2024.Akuisisi Wilayah Kerja (WK) BaruPada tahun 2024 telah ditandatangani beberapa akuisisi WK baru dan penambahan PI di WK PHE sebagai berikut:1. Bid awarding WK Eksplorasi di Indonesia WK Melati telah dilaksanakan pada 3 September 2024, dan telah dilakukan penandatanganan PSC tanggal 14 Oktober 2024, maka PHE memiliki tambahan prospective resources sebesar 1196 MMBOE. 2. Penandatanganan PSC WK Eksplorasi Block SK 510 telah dilaksanakan tanggal 23 Januari 2024, dengan ditandatanganinya PSC ini, maka PHE memiliki tambahan prospective resources sebesar 222 MMBOE. 3. Penandatanganan PSC perpanjangan WK eksisting milik Pertamina di Malaysia yaitu SK 309 dan SK 311 dilakukan tanggal 12 Desember 2024. Dengan ditandatanganinya PSC ini yang berlaku pada tahun 2027, maka PHE menambah Cadangan 2P sebesar 28 MMBOE dan 2C sebesar 12 MMBOE serta mempertahankan Produksi sebesar 16 KBOEPD. Acquisition of New Working AreasIn 2024, several new Working Areas acquisitions and additional PIs in the PHE Working Area were signed as follows:1. Bid The awarding of Working Area Exploration in Indonesia Melati Working Area was carried out on September 3, 2024, and the PSC was signed on October 14, 2024, so PHE has additional prospective resources of 1196 MMBOE.2. The signing of the PSC for Exploration Work Area Block SK 510 was carried out on January 23, 2024. With the signing of this PSC, PHE has additional prospective resources of 222 MMBOE.3. The signing of the PSC for the extension of Pertamina's existing Working Area in Malaysia, namely SK 309 and SK 311, was carried out on December 12, 2024. With the signing of this PSC which will be valid in 2027, PHE will increase 2P Reserves by 28 MMBOE and 2C by 12 MMBOE and maintain Production at 16 KBOEPD.010203 04 Management Discussion & Analysis Pembahasan & Analisis Manajemen050607 PT Pertamina Hulu Energi 203
                                
   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209