Page 126 - Demo
P. 126


                                    126 PT Pertamina Hulu Energi 2022Laporan TahunanAnnual ReportAnalisis dan Pembahasan ManajemenManagement Discussion and AnalysisDari segi moneter, terbilang cukup sehat yang ditandai dengan terjaganya likuiditas di perekonomian dan sektor keuangan, pertumbuhan uang beredar tetap positif sejalan dengan kembali aktifnya perekonomian. Bank Indonesia (BI) tetap menjalankan prinsip kehati-hatian karena kondisi moneter tidak dapat lepas dari gejolak pasar keuangan global yang cukup tinggi. Untuk menjaga tingkat inflasi, BI melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan suku bunga acuan di bulan September, Oktober, dan November 2022 menjadi masing-masing sebesar 3,75%, 4,25%, dan 5,25%. Sejak awal tahun 2022, BI telah menaikkan suku bunga acuan 7DRR menyusul langkah kebijakan moneter di banyak negara.Pergerakan nilai tukar Rupiah mengalami tekanan seiring dengan tingginya volatilitas pasar keuangan global. Hal tersebut dipicu oleh ketidakpastian di pasar keuangan dan proyeksi kebijakan The Fed yang tetap agresif ke depannya. Di samping itu, keputusan OPEC+ melakukan General ReviewTinjauan UmumFrom a monetary standpoint, this is relatively sound, as evidenced by the economy's and financial sector's continued liquidity and the positive growth of the money supply in tandem with the resumption of economic activity. Bank Indonesia (BI) continued to apply the precautionary principles because the high volatility of global financial markets cannot be separated from monetary conditions. In September, October, and November 2022, BI lowered its benchmark interest rates to 3.75%, 4.25%, and 5.25%, respectively, in an effort to maintain the inflation rate. Since early 2022, BI has increased its 7DRR reference rate in response to monetary policy actions in numerous nations.In line with the high volatility of global financial markets, the Rupiah exchange rate was subjected to pressure. This was precipitated by uncertainty on financial markets and expectations that the Fed's policy will continue to be aggressive in the future. In addition, the decision by OPEC+ 
                                
   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130