Page 846 - Demo
P. 846
Laporan Tahunan %u2022 Annual Report 844HULU ENERGIThe original consolidated financial statement included hereinare in Indonesian language.PT PERTAMINA HULU ENERGI DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIESDaftar 5/180 ScheduleCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANKONSOLIDASIAN (lanjutan)Tanggal 31 Desember 2024 dan untukTahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,Kecuali Dinyatakan Lain)NOTES TO THE CONSOLIDATEDFINANCIAL STATEMENT (continued)As of December 31, 2024 andfor the Year Then Ended(Expressed in Thousands of United States Dollars,Unless Otherwise Stated)43. PERPAJAKAN (lanjutan) 43. TAXATION (continued)g. Lain-lain (lanjutan) g. Others (continued)xiii. PDSI (lanjutan) xiii. PDSI (continued)Pada tanggal 19 Juli 2024, Entitas anakmenyampaikan surat keberatan pajakdengan nomor: 165/PDC2000/2024-S0tanggal 17 Juli 2024 atas SKPKB PPhBadan nomor: 00001/206/22/081/24sebesar Rp5.451 atas dengan perhitunganulang menurut Entitas Anak lebih bayarsebesar Rp6.609 dan surat keberatan pajakdengan nomor: 166/PDC2000/2024-S0tanggal 17 Juli 2024 atas SKPKB PPNMasa Desember 2022 nomor:00037/207/22/081/24 sebesar Rp2.636(setara dengan US$163) denganperhitungan ulang menurut Entitas Anaksebesar nihil.On July 19, 2024, the Subsidiary submitted a taxobjection letter with number:165/PDC2000/2024-S0 dated July 17, 2024 onSKPKB of Corporate Income Tax number:00001/206/22/081/24 amounting to Rp5,451with recalculation according to the Subsidiaryindicating an overpayment amounting toRp6,609 and tax objection letter number:166/PDC2000/2024-S0 dated July 17, 2024 onSKPKB of VAT for the month of December 2022number: 00037/207/22/081/24 amounting toRp2,636 (equivalent to US$163) withrecalculation according to the Subsidiaryamounting to nil.h. Pajak Penghasilan Pilar Dua h. Pillar Two income taxesBerbagai negara telah memberlakukan ataubermaksud memberlakukan undang-undangperpajakan untuk mematuhi aturan model PilarDua, termasuk Indonesia (Catatan 3s). Grupberada dalam lingkup PMK 136/2024, yang tidakberdampak pada laporan keuangankonsolidasian 2024 tetapi mungkin akanmempengaruhi laporan keuangan konsolidasianGrup mulai 1 Januari 2025 dan seterusnya.Various countries have enacted or intend to enact taxlegislation to comply with Pillar Two model rules,including Indonesia (Note 3s). The Group] is within thescope of PMK 136/2024, which did not impact 2024consolidated financial statements but may impact theGroup%u2019s consolidated financial statements fromJanuary 1, 2025 onward.PMK 136/2024 menerapkan mekanismeperpajakan baru yang mensyaratkanPerusahaan Multinasional (%untukmembayar pajak tambahan di suatu yurisdiksiketika tarif pajak efektif, yang ditentukanberdasarkan yurisdiksi menurut aturan PilarDua, lebih rendah dari tarif minimum 15%. PMK136/2024 menetapkan mekanisme untukmenentukan entitas mana (atau entitas-entitasmana) dalam Grup PMN yang harusmenerapkan pajak tambahan tersebut dan porsipajak yang dibebankan kepada setiap entitasterkait.PMK 136/2024 applies new taxing mechanisms underwhich a Multinational Enterprises (%u201cMNE%u201d) would paya top-up tax in a jurisdiction whenever the efective taxrate, determined on a jurisdictional basis under thePillar Two rules is below a 15% minimum rate. PMK136/2024 sets out the mechanics for determiningwhich entity (or entities) in an MNE Group shouldapply the top-up tax and the portion of such tax that ischarged to each relevant entity.Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31Desember 2024, Grup telah menerapkanamandemen PSAK 212: Pajak Penghasilan,yang memberikan pengecualian wajibsementara dari pengakuan atau pengungkapanpajak tangguhan terkait aturan Pilar Duasehingga tidak ada dampak terhadap LaporanKeuangan konsolidasian 2024. Dampak masadepan dari aturan Pilar Dua untuk Grup masihdalam tahap estimasi.For the year ended December 31, 2024, the Grouphas applied amendment to PSAK 212: Income Taxes,which provides mandatory temporary exception fromrecognizing or disclosing deferred taxes related toPillar Two rules such that there is no impact to the2024 consolidated financial statements. The futureimpact of Pillar Two rules for the Group is still beingestimated.Aturan model Pilar Dua adalah kompleks danGrup sedang dalam proses untuk mengestimasidampak potensialnya terhadap laporankeuangan konsolidasian, jika ada. Berdasarkaninformasi yang tersedia saat ini, Grup tidakmengharapkan adanya dampak materialterhadap laporan keuangan konsolidasian.The Pillar Two model rules are complex and theGroup is still in the process of assessing potentialimpact to the consolidated financial statements, if any.Based on currently available information, the Groupdoes not expect any material impact to theconsolidated financial statements.

