Apa itu CCS?

Carbon Capture and Storage (CCS) merupakan salah satu teknologi utama yang digunakan untuk mengurangi emisi karbon dioksida (CO₂), yang merupakan salah satu penyebab utama perubahan iklim.

CCS bekerja dengan menangkap CO₂ yang dihasilkan dari aktivitas industri seperti pembangkit listrik, fasilitas manufaktur, dan kilang. Setelah ditangkap, CO₂ tersebut kemudian diangkut dan disimpan jauh di bawah permukaan tanah, biasanya pada formasi geologi yang aman dan tertutup rapat.

Melalui CCS, CO₂ dapat dicegah agar tidak terlepas ke atmosfer, sehingga membantu mengurangi pemanasan global sekaligus tetap mendukung keberlanjutan aktivitas industri dan ketahanan energi.

Rantai Nilai CCS :

  1. Penangkapan
    Pada tahap ini, CO₂ ditangkap langsung dari sumber emisi seperti pembangkit listrik, pabrik, atau fasilitas industri. CO₂ yang seharusnya dilepaskan ke atmosfer dipisahkan dan dikumpulkan menggunakan teknologi khusus
  2. Transportasi
    Setelah ditangkap, CO₂ diangkut menggunakan kapal, truk, pipa, atau moda transportasi aman lainnya, tergantung pada jarak dan kondisi wilayah.
  3. Terminal / Penyimpanan Sementara
    CO₂ diterima, ditangani, dan disimpan sementara di terminal darat atau fasilitas penyimpanan terapung sebelum proses injeksi akhir. Fasilitas ini berfungsi sebagai hub perantara untuk mengelola logistik, mengatur tekanan dan volume, serta memastikan proses transfer menuju lokasi injeksi berjalan aman dan berkelanjutan.
  4. Penyimpanan
    CO₂ kemudian diinjeksi dan disimpan jauh di bawah permukaan tanah pada formasi geologi yang stabil dan tertutup rapat, seperti reservoir yang telah habis produksinya. Sistem penyimpanan ini dirancang untuk memastikan CO₂ tetap aman tersimpan dan tidak bocor ke lingkungan.

Share: