Program Pemberdayaan Masyarakat

1. Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM)

PHE Subholding Upstream melaksanakan pemberdayaan UMKM bersama Pemerintah setempat, lembaga mitra dan pemangku kepentingan terkait lain, untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri, serta memberikan efek berantai bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hingga akhir tahun 2021 tercatat ada lebih dari 660 UMKM binaan yang produktif, yang tersebar di WK PHE Subholding Upstream, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil. Kami memberikan kesempatan yang setara bagi semua UMKM untuk berdaya dan mandiri, termasuk pelaku usaha dari kelompok perempuan dan masyarakat adat.


2. Program Unggulan 

Terdapat 9 program unggulan di lingkungan Subholding Upstream yang meraih penghargaan PROPER Emas, diantaranya:

  • Program Desa Cinta Bumi Tanggap Api di Desa Mendis, Kec. Bayung Lencir, berupa penanganan karhutla melindungi 8.000 ha lahan dari kebakaran. Hasil SROI: 1:7,41

  • Pendidikan untuk Anak dan Lingkungan (PELITA), dengan mengembangkan kurikulum tematik pengelolaan sampah bagi > 1.593 PAUD se-Kabupaten Karawang. Hasil SROI 1:7,89

  • Program Nelayanku Hebat di wilayah pesisir Delta Mahakam, di Desa Muara Pantuan, dan Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, berupa penerapan inovasi apartemen ikan ramah lingkungan dan EBT bagi 170 nelayan, menyelamatkan >32 ha area mangrove dan 26% nelayan bebas dari tengkulak. Hasil SROI 1:18,64

  • Program Tani Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria (TANTE SISKA), di Desa Sarijaya, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, berupa kegiatan pengembangan pertanian terpadu. berskema ekonomi sirkular dengan inovasi alat destilasi asap sekam bakar, yang mengurangi emisi 7,76 ton CO2eq/tahun. Hasil SROI 1:15,96

  • Rumah Batik Disabilitas ‘Kubedistik’, berupa p emberdayaan 22 warga disabilitas di Tarakan dalam kegiatan batik ramah lingkungan: 3 motif khas Tarakan dan 3 motif lain mendapatkan HAKI. Hasil SROI 1:2,48


3. Pemberdayaan Masyarakat Komunitas Adat

  • Wilayah operasi Blok Rokan berada dekat dari tempat tinggal masyarakat adat yaitu Suku Sakai. Bentuk dukungan kepada masyarakat Suku Sakai diantaranya dengan menciptakan Program Pertanian Terpadu di Desa Tengganau Pinggir, Bengkalis dan melaksanakan Pencegahan Stunting untuk mendorong peningkatan kesejahteraan bagi Masyarakat Adat Tempatan yang masih tergolong sebagai Suku Sakai. Selain itu, WK Rokan memfasilitasi Suku Sakai yang ada di Kabupaten Bengkalis dan Siak untuk meningkatkan kualitas SDM dan menciptakan angkatan kerja produktif melalui pemberian beasiswa bagi 75 orang dan inkubator bisnis bagi 20 mahasiswa Sakai.


  • PHE Jambi Merang berada di wilayah Ring 2 dari tempat tinggal Suku Anak Dalam (SAD) yang wilayahnya memiliki akses terbatas. Tercatat terdapat 17 Kepala Keluarga (KK) atau 79 warga di masyarakat adat minoritas SAD yang mendapat program pengembangan dari PHE Jambi Merang. Mereka diajak membangun pertanian dan mengelola lingkungan. PHE Jambi Merang juga memberikan fasilitas proses legalitas diri masyarakat SAD untuk membantu memudahkan anak-anak meneruskan pendidikan di sekolah formal. Terdapat delapan anak SAD yang akhirnya dapat meneruskan pendidikan di sekolah formal. Selain itu, PHE Jambi Merang menyediakan solar cell komunal sebagai energi baru terbarukan di lokasi SAD yang terpencil.


--