Kebijakan Keberlanjutan

Kebijakan Keberlanjutan

Sejalan dengan tata nilai dan prinsip etika PHE dalam menjaga keberlanjutan bisnis Perusahaan, PHE menjadikan Kebijakan Keberlanjutan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab inti Perusahaan.

Kebijakan ini mencakup inisiatif yang dilakukan PHE dalam mengintegrasikan strategi dan aktivitas Perusahaan dengan lebih baik lagi terutama dalam konteks Environmental, Social and Governance (ESG) dan ekonomi yang berkelanjutan.

PHE sebagai Subholding Upstream melakukan inisiatif keberlanjutan melalui pendekatan yang terintegrasi dalam kerangka kerja keberlanjutan melalui tiga pilar: LST. Pilar ini sejalan dengan dukungan untuk merespon tantangan, termasuk perubahan iklim, konservasi sumber daya, K3, pengembangan sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat.

ESG adalah pilar inisiatif yang harus diterapkan perusahaan dalam menciptakan total dampak sosial

§  Lingkungan

Dengan tantangan perubahan iklim, penggunaan sumber daya alam oleh perusahaan dan polusi serta pengelolaan limbahnya menjadi masalah kesadaran masyarakat

§  Sosial

Kesehatan dan keselamatan karyawan, tanggung jawab produk, dan asumsi tanggung jawab dalam lingkungan perusahaan membentuk citra publiknya

§  Tata Kelola

Tata kelola perusahaan seperti orientasi kepemimpinan pada kebijakan perusahaan selaras LST dan tanggung jawab sosial perusahaan adalah mekanisme pengarah implementasi LST

Unduh lampiran untuk membaca Kebijakan Keberlanjutan secara lengkap :

TitleLink
Infografis Environment Social and Governance I Environment Social and Governance InfographicDownload
Kebijakan Keberlanjutan | Sustainability PolicyDownload
Kebijakan HSSE | HSSE PolicyDownload
Kebijakan Untuk Menjamin Hak Asasi Manusia | Human Rights PolicyDownload
Kebijakan Lingkungan Kerja yang Menghargai Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi | Respectful Workplace PolicyDownload
Kebijakan Sosial untuk Pemasok dan Kontraktor | Social Policy for Suppliers & ContractorsDownload

Komitmen Keberlanjutan Kami

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keberlanjutan pada aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social dan Governance /ESG) dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Untuk menjalankan komitmen ESG tersebut, PHE telah memiliki Kebijakan dan Komite Keberlanjutan yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama dan beranggotakan jajaran Direksi dan para pejabat setingkat Vice President terkait.

PHE mengacu pada sejumlah pedoman dan standar internasional dalam menjalankan komitmen ESG ini. Dengan acuan tersebut, PHE menjalankan komitmen keberlanjutan untuk menjadi perusahaan yang berwawasan lingkungan, memiliki tanggung jawab sosial serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Sepak terjang PHE di lingkup nasional terbukti dengan pencapaian Piala Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan berhasil meraih predikat emas sebanyak 9 piala dan predikat hijau sebanyak 24 piala pada tahun 2021. Selain itu PHE juga mengimplementasikan ISO 14001:2015 Environmental Management System, ISO 45001: 2018 Occupational Health & Safety Management System yang merupakan wujud nyata PHE sebagai perusahaan yang mengedepankan aspek ESG.

Untuk mendukung pelaksanaan ESG ini, PHE juga telah menyiapkan perangkat pendukung berupa kebijakan-kebijakan terkait Keberlanjutan, HSSE (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan), Hak Asasi Manusia, Lingkungan Kerja yang Saling Menghormati, Kebijakan Sosial untuk Pemasok dan Kontraktor.

Kami menyadari saat ini industri hulu migas harus bisa menjawab tantangan untuk dapat berkontribusi optimal dalam pencapaian Net Zero Emission melalui kegiatan Green Operation yang merupakan bagian dari Green Strategy PHE. PHE mempunyai Strategi Energi Transisi, antara lain mendorong pengembangan gas sebagai energi transisi yang rendah emisi, melakukan kegiatan dekarbonisasi serta melakukan studi untuk potensi bisnis Carbon Capture Utilization & Storage dan Carbon Capture & Storage (CCS) Hub.

Selain itu, PHE juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai partisipan/anggota sejak 16 Juni 2022. PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari United Nation Global Compact (UNGC) dalam strategi dan operasionalnya.

Klik link berikut untuk informasi  lengkap : Link


Strategi Energi Transisi Kami

Tantangan yang dihadapi oleh industri hulu migas adalah ketahanan energi nasional. Data Dewan Energi Nasional menunjukkan bahwa dimana permintaan akan kebutuhan energi fosil diperkirakan terus meningkat hingga 2050 seiring dengan proyeksi peningkatan kebutuhan energi yang mencapai 2.1% setiap tahunnya walaupun terjadi perubahaan komposisi bauran energi.

Dalam pergerakan peningkatan kebutuhan energi tersebut, persentase penggunaan gas sebagai energi fosil yang bersih diperkirakan akan terus naik. Hal ini menunjukkan bahwa gas akan berperan sebagai energi transisi walaupun minyak masih tetap menjadi salah satu kontributor utama dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, Pertamina saat ini mempunyai beberapa project untuk mengembangkan gas antara lain Jambaran Tiung Biru, OPLL Mahakam, Sanga Sanga, Senoro North South dan Musi Timur. Selain itu Pertamina juga berhasil menemukan potensi-potensi sumber daya      dari pengeboran sumur eksplorasi. Temuan sumber daya migas dengan dominan gas yang telah divalidasi hingga pertengahan November 2022 adalah sebesar 283 juta barel setara minyak (MMBOE) atau 127.5% dari target 222 MMBOE pada tahun 2022.

Hingga Triwulan ketiga tahun 2022, produksi gas Pertamina telah mencapai 2,59 miliar kaki kubik per hari (BSCFD). Ini merupakan komitmen kami untuk mendukung pengembangan gas sebagai energi transisi.

Sedangkan melalui strategi dekarbonisasi, langkah yang dapat dilakukan antara lain efisiensi energi, gas  recovery dan penghijauan. Adapun beberapa inisiasi membutuhkan investasi dan evaluasi yang cukup komprehensif, yaitu low carbon heat, energi baru terbarukan, dan CCUS/CCS.

Dukungan penguatan yang dibutuhkan adalah legislasi dan kebijakan perubahan iklim; pembiayaan ekonomi hijau; pasar keuangan global; dan ketersediaan teknologi solusi rendah karbon

Roadmap Dekarbonisasi Kami

Penerapan strategi dekarbonisasi oleh PHE dalam rangka mendukung upaya-upaya pengurangan karbon oleh pemerintah dilakukan dengan berbagai macam upaya antara lain

  • Rencana jangka panjang Dekarbonisasi mempunyai target dari beberapa aspek diantaranya Pajak & Harga Karbon; Program Mitigasi; Program Offset Nature Based Solution (NBS); internal carbon price dan carbon market.
  • Melakukan pengurangan penggunaan energi serta meningkatkan efisiensi energi dalam penggunaan pembangkit listrik, kompresi, kegiatan produksi (lifting & recovery), transportasi dan penyimpanan.
  • Mengurangi emisi langsung dari pembakaran gas atau flaring, venting dan fugitives, melalui perbaikan peralatan, penggunaan infrastruktur baru, dan perbaikan pada kegiatan operasi dan pemeliharaan.
  • Beralih ke penggunaan energi yang rendah atau tidak mengeluarkan emisi seperti angin, matahari, nuklir, energi air, bahan bakar alternatif atau elektrifikasi.
  • Beralih kepada sumber panas yang rendah karbon seperti biomassa dan biofuel.
  • Mengambil, memanfaatkan, menyimpan dan menggunakan karbon sebagai produk sampingan dari proses produksi untuk mencegah emisi. Pemanfaatan CO2 dalam program Enhanced Oil Recovery (EOR)/Enhanced Gas Recovery (EGR) akan terus dilakukan untuk reservoir yang sesuai.
  • Melakukan penghijauan kegiatan terkait lain untuk megimbangi dan mengurangi emisi yang dihasilkan serta berkontribusi dalam hal pengurangan emisi gas rumah kaca.
  • Selain melakukan CCUS, PHE juga menyiapkan diri untuk bisa memanfaatkan reservoir yang sudah tidak diproduksikan lagi untuk menjadi penampungan CO2 (CCS) baik dari sumber internal maupun eksternal yang akan menjadi model bisnis baru PHE di masa depan.

Potensi Pemanfaatan Teknologi CCUS/CCS

Pertamina Hulu Energi saat ini juga sedang melakukan beberapa studi bersama penerapan teknologi Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) sebagai salah satu upaya kami dalam melakukan dekarbonisasi di berbagai lapangan. Penerapan teknologi CCUS ini akan digunakan untuk mendukung Enhanced Oil Recovery dan Enhanced Gas Recovery yang juga akan berkontribusi untuk peningkatan produksi migas dan sekaligus mengurangi emisi.

Study dan rencana Implementasi yang dilakukan adalah :

  • CO2 Enhanced Oil Recovery Ramba – Sumatera Selatan, masih dalam tahap studi bawah permukaan
  • CO2 Huff & Puff Jatibarang -Jawa Barat sebagai pilot project untuk rencana CO2 flooding
  • CCUS CO2 Enhanced Oil Recovery Sukowati - Jawa Timur, Selesai studi fase-1 menuju study fase-2
  • CCUS CO2 Enhances Oil Recovery Gundih – Jawa Timur, Finalisasi studi fase-1
  • Head of Agreement antara Pertamina dan ExxonMobil mengenai pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS)

PHE juga melakukan kerjasama dengan mitra yang memiliki pengalaman di bidang solusi rendah karbon dan CCUS/CCS, seperti Japex, Janus, Jogmec, Exxon Mobil, Mitsui & Co.,  dan Chiyoda Corporation

--