Desa Energi Berdikari

Desa Energi Berdikari merupakan salah satu wujud dari komitmen Perseroan untuk mendukung ketersediaan akses energi yang lebih terjangkau, dapat diandalkan dan berkelanjutan, berbasis masyarakat dan sumber energi baru terbarukan (EBT).

 

§    WASTECO (Waste Energy for Community).

Waste to Energy for Community (Wasteco) merupakan bagian dari Desa Energi Berdikari Pertamina berupa program pengolahan sampah menjadi gas methane untuk penyediaan kebutuhan gas rumah tangga dan UMKM di Kelurahan Manggar, Balikpapan, yang telah mendapatkan predikat Desa ProKlim Utama. Program Wasteco telah dimanfaatkan oleh 200 rumah dan 22 UMKM di lingkungan Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan, dengan memanfaatkan gas metana sampah sebesar 462.680 m3 / tahun. Program Wasteco juga berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 181.145 ton CO2 eq/tahun dan memberikan dampak 1:10,08 terhadap masyarakat melalui perhitungan Social Return on Investment (SROI). Hasil perhitungan menunjukkan adanya manfaat sosial sebesar Rp10,08 bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan terkait.

 

§    Kembang Bersinar.

Program pemanfaatan energi terbarukan dari energi surya yakni Program Kembang Bersinar yang dilaksanakan di wilayah terpencil Delta Mahakam, yaitu Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ditujukan untuk mengganti pemakaian genset berbahan bakar solar. Program Kembang Bersinar telah dapat mengurangi emisi dari penggunaan genset sebesar 198.789,55 kgCO2 / tahun, dan dari pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 74.520 liter/tahun. Program Kembang Bersinar telah dimanfaatkan oleh 70 rumah tangga, atau 286 penduduk, serta dapat menghemat biaya pembelian solar untuk genset hingga total Rp372.6 juta/tahun. Pada tahun 2021, Desa Energi Berdikari Kelurahan Muara Kembang telah mendapatkan penghargaan Desa Kampung Iklim (ProKlim) dari KLHK RI.

 

§    Berbagi Energi Surya Terbarukan (BEST).

Program pemanfaatan energi surya lainnya yakni Program BEST juga mengembangkan pengelolaan solar home system (SHS) yang menggantikan pemakaian genset berbahan solar. Pemanfaatan SHS oleh 67 rumah tangga atau 360 penduduk dan 17 fasilitas umum telah membantu menurunkan biaya pembelian solar hingga total Rp266,83 juta/tahun. Manfaat lainnya adalah pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 176,82 ton CO2 eq/tahun, yang diperoleh dengan pengurangan penggunaan bahan bakar untuk operasi pembangkit sebesar 136,22 liter/tahun. Desa Energi Berdikari Desa Tani Baru juga mendapatkan predikat ProKlim tahun 2021.

 

Selain program unggulan Desa Energi Berdikari di atas, Persero juga mengembangkan EBT yang terintegrasi ke dalam program-program unggulan lainnya di seluruh Indonesia, termasuk di lokasi program masyarakat adat Suku Anak Dalam.

--