Home  |  Download  |  Support  |  Forum  |  Contact  |  WebMail
Berita
office
Head Office
Jalan Merdeka Timur No. 6
Jakarta 10110
Telp : (62)(21)3502150
Fax : 3508033, 3521578
09

SURABAYA, 8 Agustus 2012 – Floating Storage and Offloading (FSO) Pertamina Abherka menjadi fasilitas penampungan minyak terapung pertama milik Pertamina Perkapalan yang dioperasikan untuk menjamin kelancaran operasi dalam produksi minyak dan gas Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).

Peresmian penggunaan FSO Pertamina Abherka dilakukan oleh Kepala BPMIGAS R. Priyono dan Direktur Utama PT Pertamina Persero Karen Agustiawan dan jajaran direksi Pertamina langsung di atas FSO Pertamina Abherka.

Penggunaan FSO yang proyek pembangunannya ditangani oleh Pertamina Perkapalan ini merupakan wujud sinergi antara Pertamina dan anak perusahaan dalam upaya optimalisasi sumber daya di antara keduanya. FSO Pertamina Abherka akan menggantikan peran FSO Madura Jaya yang sebelumnya beroperasi di Lapangan Poleng, Blok West Madura Offshore.

“Ini merupakan salah satu bentuk sinergi positif antara Pertamina dan anak-anak perusahaan yang diharapkan bisa terwujud pada proyek-proyek lainnya dalam rangka optimalisasi sumber daya yang diharapkan dapat menciptakan efisiensi sekaligus meningkatkan kontribusi bagi penerimaan Negara melalui Pertamina,” tutur Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.

FSO Pertamina Abherka adalah hasil konversi kapal tanker MT. Geudongdong dan merupakan proyek konversi pertama yang dilaksanakan oleh Pertamina Perkapalan. Pertamina Perkapalan juga akan mengoperasikan FSO tersebut selama 10 tahun di daerah operasi PHE WMO tanpa docking, dengan nilai kontrak US$71 juta.

FSO Pertamina Abherka memiliki kapasitas 600.000 barel dan dapat melayani akomodasi untuk 150 pekerja. Dengan FSO Pertamina Abherka, PHE WMO dapat menampung minyak hasil produksi sampai 30.000 barel per hari sehingga akan memberikan kontribusi positif bagi pencapaian target lifting minyak nasional.

Dengan pergantian FSO diharapkan PHE WMO dapat meminimalisasi downtime pada saat melaksanakan lifting minyak. “Adanya FSO Pertamina Abherka juga sangat menunjang kelancaran operasi yang akan berdampak positif bagi penyediaan energi di wilayah Jawa Timur sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat dapat dipacu.”

Tahun ini PHE WMO mempunyai target produksi minyak sebesar 20.000 barel per hari dan gas sebesar 166.4 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Produksi gas dari WMO dialirkan kepada PLN, PGN, BUMD Gresik, dan Media Karya Sentosa sehingga secara tidak langsung beroperasinya FSO ini akan memberikan jaminan kelangsungan pengaliran gas bagi listrik dan industri di sekitar Jawa Timur.

Copyright 2010 by PT. Pertamina Hulu Energi