Home  |  Contact  |  WebMail
Berita
office
Head Office
Jalan TB. Simatupang Kav 99
Jakarta Selatan 12520
Telp : (62)(21)29547000
Fax : (62)(21)29547086
15

Bandung — Fungsi QHSSE PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menggelar Workshop Emergency Response and Crisis  Management (ERCM) PHE dan AP PHE, sebagai salah satu upaya efisiensi dan efektifitas penanganan serta pengendalian keadaan darurat yang mungkin terjadi di setiap kegiatan operasi  di PHE dan AP PHE.

Workshop yang digelar 3 – 4 Mei 2018  lalu, di Bandung ini juga sebagai salah satu sarana pembentukan organisasi ERCM di berbagai level response mulai dari Tactical Response oleh Site Emergency Response Team (ERT) di setiap fasilitas lapangan, Operational Support oleh Incident Management Team (IMT) di kantor pusat AP PHE,  kantor perwakilan, serta Strategic Business Support oleh Business Support Team (BST) di PHE Tower.

Menghadirkan narasumber ahli dari akademisi dan praktisi, diantaranya, Prof. Dra. Fatma Lestari, Msi, PhD dari Pusat Kajian dan Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja   Universitas Indonesia, serta Soni Maulana, dari Badan SAR Nasional (BASARNAS), agenda ini dihadiri oleh perwakilan PHE dan AP PHE.

Selain membangun kesadaran-keterampilan-kesiapan terkait kondisi darurat emergensi di berbagai level response dalam workshop ini juga dilakukan diskusi beberapa topik seperti  Sistem ERCM di masing-masing AP, Persyaratan dalam PTK 005 Rev.2 tentang Kondisi Kedaruratan dan Krisis, Persyaratan terbaru ICS (Incident Command System) dan NIMS (National Incident Management System), hingga sharing session penanganan tumpahan minyak.

Dalam workshop ini juga dilakukan diskusi beberapa topik seperti  Sistem ERCM di masing-masing AP, Persyaratan dalam PTK 005 Rev.2 tentang Kondisi Kedaruratan dan Krisis, Persyaratan terbaru ICS (Incident Command System) dan NIMS (National Incident Management System), hingga sharing session penanganan tumpahan minyak.

Mewakili VP QHSSE PHE, dr. Anton Ojong, dalam sambutannya menyampaikan  “Kita mengharapkan masing-masing anak perusahaan PHE dapat membangun dan menyelaraskan sistem kedaruratan dan krisis di masing-masing anak perusahaan agar dapat menuju Operational Excellent dengan membangun team ERCM yang menjadi tanggung kita bersama”.

Forum ERCM PHE 2018 ditutup oleh ER & Crisis Management Head, M.A. Agung Nugroho, yang mengharapkan forum positif ini tetap dapat dilakukan sehingga seluruh AP PHE mulai membangun Sistem ERCM agar potensi dampak tereskalasi dari kejadian darurat dapat  dikendalikan dengan melakukan proses notifikasi yang benar.

[QHSSE]

Copyright 2010 by PT. Pertamina Hulu Energi