Home  |  Contact  |  WebMail
Berita
office
Head Office
Jalan TB. Simatupang Kav 99
Jakarta Selatan 12520
Telp : (62)(21)29547000
Fax : (62)(21)29547086
12

Indramayu - Dalam rangka menjaga dan terus meningkatkan komitmen penerapan aspek QHSSE, PHE ONWJ menyelenggarakan Lost Control Meeting (LCM), di OPF Balongan, Senin, 5 Maret 2018.  LCM Q1 ini dihadiri Direktur Eksplorasi PHE, Abdul Mutalib Masdar, Direktur Operasi & Produksi PHE, Ekariza, GM PHE ONWJ, Siswantoro M. Prasodjo, beserta Jajaran Manajemen PHE dan PHE ONWJ serta  sejumlah pekerja PHE ONWJ. Acara dihadiri pula oleh pimpinan puncak dari sekitar 20 perusahaan mitra kerja yang terlibat dalam operasi PHE ONWJ.

Kehadiran BOD PHE dalam LCM di lapangan merupakan concern Top Management terhadap aspek QHSSE. Kepada jajaran PHE ONWJ Abdul Mutalib menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan LCM ini. Demikian juga apresiasi disampaikan kepada para mitra kerja sebagai strategic partner penting dalam mendukung kinerja PHE, termasuk dalam mewujudkan QHSSE Excellent. Untuk itu, Abdul Mutalib mengajak jajaran manajemen dan para pimpinan partner untuk terus bersinergi mewujudkan komitmen QHSSE Golden Rules; Patuh, Intervensi dan Peduli.

Sementara itu Ekariza mengharapkan kegiatan LCM dapat mewujudkan safety yang lebih baik. Ekariza pun menekankan 4 hal yang perlu dilaksanakan jajaran manajemen PHE dan seluruh pekerja; utamakan K3LL, jaga produksi migas dalam berbagai aspek, atasi masalah gangguan sosial dan keamanan, serta efektif dan efisiensi di bidang anggaran. Kepada para strategic partner, Ekariza juga meminta untuk terus mengutamakan K3LL, memberikan kualitas kerja yang bagus serta menjaga ketepatan waktu delivery pekerjaan  untuk mendapatkan kinerja yang  OTOBOSOR (On Target, On Budget, On Spec, On Return).

Saat membuka LCM, GM PHE ONWJ menegaskan komitmen manajemen puncak bahwa safety is number one. Bahkan kedepan per 1 Januari 2018, Rewards & Consequences telah dijalankan secara konsisten. Khusus untuk NOA, jika terjadi suatu insiden di suatu wilayah kerja, maka sebagai konsekuensinya pimpinan tertinggi atau seorang General Manager harus meletakan jabatan selama 3 bulan (di-scorsing) dan itu dapat diperpanjang atau bahkan dicopot dari jabatannya. Siswantoro pun berpesan agar sebelum melakukan pekerjaaan masing-masing agar selalu mengajukan 3 pertanyaan kunci QHSSE dan bila perlu agar meminta time out for safety.

Dalam agenda LCM ini juga disampaikan paparan kinerja QHSSE PHE ONWJ, sharing session QHSSE Program oleh Mitra Kerja yang disampaikan pimpinan PT. Apexindo dan PT. Indoturbin, Pemberian Penghargaan QHSSE kepada mitra terbaik, Penandatanganan Deklarasi Komitmen QHSSE oleh GM dan SMT PHE ONWJ serta seluruh Pimpinan Mitra Kerja PHE ONWJ yang hadir dalam LCM, juga penyerahan bibit pohon mangga untuk ditanam di wilayah kerja OPF Balongan yang disampaikan secara simbolis oleh BOD PHE dan GM PHE ONWJ.

Kegiatan LCM ini ditutup dengan Management Walkthrough (MWT) QHSSE di Fasilitas OPF Balongan. Dalam MWT ini BOD PHE dan GM PHE ONWJ bersama jajaran manager melakukan peninjauan langsung fasilitas dan kondisi operasi, juga berdialog dengan pekerja  di lapangan untuk memberikan motivasi dan menekankan komitmen pelaksanaan QHSSE di setiap aspek pengelolaan perusahaan.

[Iwan RF/Aditya]

Copyright 2010 by PT. Pertamina Hulu Energi