Home  |  Contact  |  WebMail
Berita
office
Head Office
Jalan TB. Simatupang Kav 99
Jakarta Selatan 12520
Telp : (62)(21)29547000
Fax : (62)(21)29547086
28

PT PHE Nunukan Company (PHE NC) bekerja sama dengan Fakultas Perikanan & Kelautan Universitas Borneo Tarakan (FPIK UBT) dan Asosiasi Masyarakat Perikanan & Kelautan Pulau Bunyu, mengadakan pelatihan Diversifikasi Hasil Olahan Tangkap Sampingan pada 11-12 Juli 2017. Bertempat di Aula PKK Bunyu Barat, pelatihan ini diikuti oleh 35 orang perwakilan dari PKK di Pulau Bunyu, Asosiasi Masyarakat Perikanan & Kelautan Pulau Bunyu, dan Muspika Pulau Bunyu.

Pelatihan Diversifikasi Hasil Olahan Tangkap Sampingan merupakan hasil dari penjajakan kebutuhan atas potensi lokal yang ada di Pulau Bunyu, yang terletak di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Pulau ini memiliki potensi perikanan yang sangat melimpah. Kegiatan penangkapan ikan di Perairan Bunyu telah lama dilakukan secara terus menerus oleh nelayan setempat, membuat daerah tersebut menjadi tempat penting sebagai sumber pendapatan nelayan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Secara umum diketahui hampir semua kegiatan perikanan tangkap menghasilkan hasil tangkapan sampingan (by catch) dan tidak bernilai ekonomis sehingga langsung dibuang ke laut (discard). Hasil tangkapan nelayan baik by catch dan discard selama ini sangat kurang pemanfaatannya sehingga memiliki nilai jual yang sangat rendah. Oleh karena itu, perlu ada upaya pemanfaatan hasil tangkapan by catch dan discard tersebut menjadi produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Dekan FPIK UBT Rukisah, S.Pi, MP, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan harapannya pelatihan ini dapat menambah wawasan dan keterampilan para nelayan khususnya pengolahan berbahan dasar hasil tangkapan sampingan. Terlebih saat ini hasil tangkapan sampingan masih dipandang sebelah mata karena tidak bisa dijual.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari ini tidak hanya diisi dengan pemberian materi namun juga praktik langsung dengan membuat beberapa ragam makanan berbahan dasar ikan, seperti nugget atau bakso. Disamping pengolahan ikan, peserta pelatihan juga dibekali ilmu desain produk dan pengemasan makanan yang sesuai standar.

“Kami sangat berbahagia dengan adanya pelatihan ini, peserta pelatihan sangat antusias. Pelatihan ini membuka wawasan kami, bahwa hasil tangkap sampingan apabila diolah dan dikemas secara baik bisa berpeluang untuk dijual” ujar Hamsah, mewakili Asosiasi Masyarakat Perikanan dan Kelautan Pulau Bunyu.

Program pelatihan ini juga selaras dengan program dari PT Pertamina EP Asset 5 Bunyu Field dan Tarakan Field. Rencananya pada tahun 2018 mendatang, akan dibuat outlet yang akan diisi produk-produk binaan Pertamina Wilayah Kaltara.

“Harapan kami ke depan, pembekalan pengetahuan tentang pengolahan ikan melalui pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, dan produk hasil olahan dari Pulau Bunyu yang kita inisiasi sekarang ini kelak dapat dipasarkan di Tarakan sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat Pulau Bunyu”, pungkas Manager CSR PT Pertamina Hulu Energi Sudaryoko.

Dalam kesempatan yang sama, PHE NC juga menyerahkan bantuan kepada Asosiasi Masyarakat Perikanan dan Kelautan Pulau Bunyu dukungan stimulasi kegiatan berupa alat pemisah daging dan tulang (fish meat bone separator), alat pengemasan (vacuum sealer) dan printer plastik kemasan (sablon). Tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini yang sedang dipersiapkan ialah studi banding dari perwakilan peserta ke program unggulan pengolahan hasil laut (best practices) AP PHE di wilayah lainnya. 

Copyright 2010 by PT. Pertamina Hulu Energi