Media Contact

  • VP Relations
  • Ifki Sukarya
  • Address: PHE Tower Lantai 25
  • Pertamina Contact Center: 1500000

Head Office

  • Address:Jalan TB. Simatupang Kav 99 Jakarta Selatan 12520
  • Phone:(021) 29547000
  • Fax: (021) 29547086

WORKSHOP SOSIALISASI PENGGUNAAN SOFTWARE MODEL TUMPAHAN MINYAK (MOTUM) 2019

Posted on 03-Dec-2019 08:27

Bandung – Sebagai langkah penting dalam penanggulangan insiden tumpahan minyak yaitu prediksi sebaran tumpahan minyak menggunakan program Model Tumpahan Minyak (MOTUM). Fungsi Enviroment QHSSE Pertamina Hulu Energi mengadakan Workshop Sosialisasi Penggunaan Software Model Tumpahan Minyak (MOTUM) yang berlangsung di Bandung pada 27-28 November 2019. Workshop yang dibuka oleh Agus Sucahyo selaku Environment Manager PHE ini dihadiri oleh Perwakilan PHE dan 16 Anak Perusahaan PHE dan Muslim Muin Ph.D. selaku pakar dan pemegang hak cipta Motum sebagai narasumber di acara workshop ini.

WORKSHOP SOSIALISASI PENGGUNAAN SOFTWARE MODEL TUMPAHAN MINYAK (MOTUM) 2019

BandungSebagai langkah penting dalam penanggulangan insiden tumpahan minyak yaitu prediksi sebaran tumpahan minyak menggunakan program Model Tumpahan Minyak (MOTUM). Fungsi Enviroment QHSSE Pertamina Hulu Energi mengadakan Workshop Sosialisasi Penggunaan Software Model Tumpahan Minyak (MOTUM) yang berlangsung di Bandung pada 27-28 November 2019. Workshop yang dibuka oleh Agus Sucahyo selaku Environment Manager PHE ini dihadiri oleh Perwakilan PHE dan 16 Anak Perusahaan PHE dan Muslim Muin Ph.D. selaku pakar dan pemegang hak cipta Motum sebagai narasumber di acara workshop ini.

Agus Sucahyo dalam pembukaannya menyampaikan tujuan dari workshop ini adalah untuk mendapatkan pembekalan dalam melakukan simulasi pergerakan tumpahan minyak menggunakan software MoTuM sehingga dapat menentukan strategi, teknik, dan prioritas penanggulangan dari daerah yang berisiko terdampak berdasarkan hasil simulasi motum tersebut.

Muslim Muin Ph.D. dalam paparannya menyampaikan teknis menggunakan software motum dan kegunaannya dalam penanggulangan tumpahan minyak. Workshop ini pun menjadi menarik karena tiap AP PHE di challenge untuk membuat simulasi persebaran tumpahan minyak di area operasinya masing-masing, lalu mempresentasikan hasilnya dan strategi penanggulangan apa yang harus dilakukan dari skenario tumpahan minyak tersebut.

Acara ini selanjutnya ditutup oleh I Made Pasek selaku perwakilan manajemen QHSSE PHE yang menyampaikan bahwa workshop ini sangat berguna bagi masing-masing AP PHE, karena ini menjadi dasar penentuan dalam menentukan strategi penanggulangan tumpahan minyak, dan tiap AP PHE yang beroperasi di perairan diwajibkan untuk memiliki hasil simulasi motum ini yang dimasukkan di dalam rencana penanggulangan tumpahan minyak (OSCP) sehingga diharapkan ke depannya AP PHE akan lebih siap dalam memitigasi dampak tumpahan minyak    terhadap lingkungan.

--