Media Contact

  • VP Relations
  • Ifki Sukarya
  • Address: PHE Tower Lantai 25
  • Pertamina Contact Center: 1500000

Head Office

  • Address:Jalan TB. Simatupang Kav 99 Jakarta Selatan 12520
  • Phone:(021) 29547000
  • Fax: (021) 29547086

Pertamina dan Medco Simenggaris Pasok Gas Bagi Kilang Mini LNG Pertama di Indonesia

Posted on 22-May-2020 11:07

Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris (PHE) dan PT Medco E&P Simenggaris menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan PT Kayan LNG Nusantara secara virtual, Rabu (20/5/2020) dimana PJBG ini akan menyuplai kebutuhan gas bagi kilang mini LNG pertama di Indonesia yang dibangun dan dioperasikan PT Kayan LNG Nusantara di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara.  

Pertamina dan Medco Simenggaris Pasok Gas Bagi Kilang Mini LNG Pertama di Indonesia

Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris (PHE) dan PT Medco E&P Simenggaris menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan PT Kayan LNG Nusantara secara virtual, Rabu (20/5/2020) dimana PJBG ini akan menyuplai kebutuhan gas bagi kilang mini LNG pertama di Indonesia yang dibangun dan dioperasikan PT Kayan LNG Nusantara di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara.  

Penandatanganan PJBG dilakukan oleh Afif Saifudin selaku Direktur Utama PT PHE Simenggaris, Ronald Gunawan selaku Direktur Utama PT Medco E&P Simenggaris, dan Antony Lesmana selaku Direktur PT Kayan LNG Nusantara, disaksikan oleh Deputi Keuangan & Monetisasi SKK Migas, Arief S. Handoko. 

Penandatanganan PJBG ini sebuah momen penting karena pertama kali terealisasikan skema bisnis LNG downstream di Indonesia dimana PT Kayan LNG Nusantara akan membeli gas dari produsen gas JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris, kemudian melakukan proses liquefaction terhadap gas menjadi LNG dan disimpan dalam LNG isotank untuk dikapalkan langsung menuju offtakers di Kalimantan dan luar negeri.  

Dengan total volume penjualan gas sebesar 22 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), diestimasikan pengaliran dan penyerapan gas akan dimulai pada akhir Desember 2021. PJBG ini merupakan tindak lanjut dari penetapan alokasi gas dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tertanggal 23 April 2019 dan penetapan harga gas dari Menteri ESDM tertanggal 16 Oktober 2019. "Kami estimasi lebih dari 50 persen produksi LNG dari gas Simenggaris akan diekspor ke luar negeri, dan sisanya akan diproyeksikan bagi kebutuhan domestik untuk kelistrikan dan industri, namun apabila permintaan LNG dari domestik meningkat, kita bisa alokasikan full untuk domestik," jelas Antony Lesmana Dirut PT Kayan LNG Nusantara, saat memberi sambutan dalam penandatangan PJBG. 

Ekspor LNG dari gas Simenggaris ke luar negeri ini berpotensi mendatangkan devisa dan meningkatkan neraca dagang Indonesia. Sementara untuk konteks pembangunan lokal, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie berharap kerjasama ini menjadi multiplier effect bagi perekonomian di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Nunukan, serta Provinsi Kalimantan Utara pada umumnya.  

Kilang mini LNG di Simenggaris juga diharapkan menjadi pool atau hub bagi pengembangan lapangan-lapangan gas lainnya di Kalimantan Utara yang belum termonetisasi agar dapat di komersialisasikan. Teknologi penyimpanan LNG di Simenggaris dalam LNG Isotank dan kemudian dikapalkan menggunakan barge, diharapkan menjadi pionir bagi skema virtual pipeline distribusi gas di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan gas/LNG dalam skala kecil di pulau-pulau terpencil di Indonesia. "Ini diharapkan juga menjadi pionir bagi monetisasi gas di lapangan-lapangan gas di Indonesia yang berukuran marjinal dan terletak di remote area seperti Simenggaris," jelas Budi Prabowo - General Manager JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris.  

PJBG 22 MMSCFD ini merupakan PJBG ketiga di Wilayah Kerja Simenggaris, Kalimantan Utara. PJBG pertama adalah dengan PLN Kaltim, dengan volume 500 ribu kaki kubik gas per hari untuk memasok kebutuhan kelistrikan PLN di Kabupaten Tana Tidung. PJBG kedua adalah PJBG dengan PT PLN (Persero) dengan volume 8 MMSCFD, bagi kebutuhan kelistrikan di Kalimantan Utara dan sekitarnya, sehingga WK Simenggaris akan menjual gas dengan total volume 30 juta kaki kubik ke para pembelinya untuk kebutuhan domestik maupun ekspor. Kendati bukan PJBG pertamanya, PJBG kali ini memiliki sejumlah nilai strategis pertama dalam bisnis energi dan sumber daya mineral di Indonesia.  

[Release]

--