Media Contact

  • VP Relations
  • Ifki Sukarya
  • Address: PHE Tower Lantai 25
  • Pertamina Contact Center: 1500000

Head Office

  • Address:Jalan TB. Simatupang Kav 99 Jakarta Selatan 12520
  • Phone:(021) 29547000
  • Fax: (021) 29547086

Layani Masyarakat, Pertamina Siapkan Posko Kesehatan di 4 Desa Terdampak

Posted on 13-Aug-2019 08:07

Karawang, 27 Juli 2019 – Pertamina bergerak cepat mendirikan 4 (empat) posko medis untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan masyarakat atas peristiwa oil spill di sekitar Anjungan Lepas Pantai YY Area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ), Kawarang, Jawa Barat.

Layani Masyarakat, Pertamina Siapkan Posko Kesehatan di 4 Desa Terdampak

Karawang, 27 Juli 2019 – Pertamina bergerak cepat mendirikan 4 (empat) posko medis untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan masyarakat atas peristiwa oil spill di sekitar Anjungan Lepas Pantai YY Area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ), Kawarang, Jawa Barat.

Sejak Rabu (24/7/2019), Pertamina melalui anak usaha PT Pertamedika langsung menurunkan peralatan dan tenaga medis untuk melayani kebutuhan pengobatan masyarakat di sekitar desa terdampak.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan saat ini, Pertamina telah mendirikan empat posko kesehatan di Karawang yakni Posko Cemara Jaya, Posko Sungai Buntu, Posko Sedari, dan Posko Pantai Mutiara.
"Jumlah pasien rata-rata yang ditangani empat posko, mencapai 120 orang," katanya.

Menurut Fajriyah, keluhan pasien antara lain gatal-gatal, pegal-pegal, batuk, dan penyakit lain seperti hipertensi.
"Berdasarkan identifikasi sementara, keluhan mereka tersebut bukan dampak langsung dari oil spill," tambahnya.
Adapun jadwal dokter jaga di Posko Cemara Jaya adalah dr. Anugerah, dr Thomas; di Posko Sungai Buntu, dr Iyan, Posko Pantai Mutiara, dr Gerry; dan Posko Sedari, dr Windi.

Sampai saat ini, Pertamina dan pihak terkait masih menginvestigasi penyebab kejadian. 
Namun, indikasi sementara menunjukkan adanya anomali tekanan pada anjungan yang menyebabkan munculnya gelembung gas dan diikuti oil spill.

Pertamina memperkirakan perlu waktu sekitar delapan minggu sejak 25 Juli 2019 untuk menghentikan sumber gas dan oil spill.

--