Media Contact

  • Corporate Secretary
  • Whisnu Bahriansyah
  • Address: PHE Tower Lantai 25
  • Pertamina Contact Center: 135

Head Office

  • Address:Jalan TB. Simatupang Kav 99 Jakarta Selatan 12520
  • Phone:(021) 29547000
  • Fax: (021) 29547086

Program Pengembangan Wisata Pantai Tlangoh, Bangkalan, PHE WMO

Posted on 12-Jan-2021 08:22

Deru ombak dari laut lepas yang membentang sepanjang Pantai Utara Bangkalan kini tak lagi menjadi suara tunggal di Pantai Tlangoh, Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan. 

Program Pengembangan Wisata Pantai Tlangoh, Bangkalan, PHE WMO

Deru ombak dari laut lepas yang membentang sepanjang Pantai Utara Bangkalan kini tak lagi menjadi suara tunggal di Pantai Tlangoh, Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan.

Deru ombak juga berbalut tawa bahagia senda gurau wisatawan yang sedang menikmati keindahan alam. Di pantai berpasir putih yang membentang sepanjang sekitar 2 KM bukan hanya terlihat  bersih, tetapi juga dihiasi beraneka spot foto menarik.

Nampak disana bukan hanya denyut ekonomi tetapi juga denyut kreatifitas, kolaborasi dan optimisme warga. Selain dilengkapi fasilitas untuk mandi bagi mereka yang berendam atau berenang serta toilet yang bersih, pantai ini juga punya puluhan payung peneduh. Tak hanya itu ada sekitar 30 warung makan dan minum yang siap melayani pengunjung.

Hal ini tentunya merefleksikan banyaknya wisatawan yang berkunjung. Khususnya di hari libur, wisatawan bergelombang datang dari pagi sekitar pukul 06.00 hingga pukuk 22.00. Selain  memiliki wahana untuk foto selfie, di pantai ini anak-anak dimanjakan permainan air hingga sepeda motor pantai.

“Konsepnya memang wisata keluarga. Jadi ibu dan bapak datang bersama anak-anak atau bahkan keluarga besar. Anak-anak bebas bermain, orang tua mengawasi dan menikmati,” kata Kepala Desa Tlangoh Kudrotul Hidayat. Karena lebih menjadi lokasi wisata keluarga, Pantai Tlangoh tidak hanya memiliki petugas kebersihan, tetapi juga memiliki penjaga pantai. Penjaga pantai ini tugasnya bukan hanya mengawasi agar pengunjung menjaga keamanan dan kebersihan, menolong jika ada insiden, namun juga mengawasi aktivitas pengunjung.

Sebelumnya, kepopuleran Pantai Tlangoh tidak bisa membangkitkan perekenomian warga. pantai ini dipenuhi sampah. Sangat kotor. Nasib Pantai Tlangoh yang merana itulah yang membuat Kades dan anak-anak muda Desa Tlangoh mulai berpikir untuk menjadikan sebagai objek wisata.

Berkat kolaborasi PHE WMO dengan aparatur Desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pemangku kepentingan lainnya mengubah pantai yang kumuh menjadi destinasi wisata keluarga andalan.

Sejak resmi dibuka pada Mei 2020, kini setidaknya ada 100 warga Desa Tlangoh yang hidup dari tempat wisata ini, mulai jadi penjaga pantai, petugas kebersihan penjaga parkir, penjaga pintu masuk, penjual tiket, penjaga toilet, penjaga warung hingga pemilik warung. "Dibuka justru saat pandemi Covid-19 terjadi, namun tidak menghalangi semangat anak-anak muda di Desa Tlangoh untuk bangkit" ungkap Kudrotul Hidayat.

Memunculkan kemandirian dan berkelanjutan serta dijalankan dalam sebuah mekanisme partisipatif yang melibatkan para pemangku kepentingan di Tlangoh, melengkapi keberhasilan PHE WMO saat mengembangkan Taman Pendidikan Mangrove (TPM) Labuhan, Program Wisata Laut Labuhan, Eco Edufarming Bandangdajah. 4 (empat) program unggulan itulah yang mengantarkan PHE WMO meraih Proper Emas di tahun 2020 lalu.

"Program ini menitikberatkan pada sektor wisata melalui pengembangan pariwisata di pesisir utara Bangkalan, Jawa Timur dengan target mewujudkan One Belt One Road (OBOR) pariwisata setempat," kata General Manager PHE WMO Dwi Mandhiri.

Kini setelah keberhasilan itu, masih ada pantai lain yang menunggu sentuhan tangan dingin PHE WMO untuk didorong menjadi energi kebangkitan ekonomi dan kemandirian masyarakat pesisir Urara Madura. Diantaranya adalah Pantai Pandela Lajing, Pantai Tengket Sepulu, dan Pantai Biru Telagabiru.

Posisi pantai-pantai itu sesuai dengan semangat PHE WMO program OBOR (One Belt One Road) pariwisata Bangkalan. PHE WMO yang selama ini telah menghasilkan energi untuk negeri melalui produksi minyak dan gas, ingin menjadi energi pemberdayaan ekonomi.

[PHE WMO]

--