Media Contact

  • Corporate Secretary
  • Arya Dwi Paramita
  • Address: PHE Tower Lantai 25
  • Pertamina Contact Center: 135

Head Office

  • Address: Jalan TB. Simatupang Kav 99 Jakarta Selatan 12520
  • Phone: (021) 29547000
  • Fax: (021) 29547086

PHE ONWJ Gelar Sosialisasi Kesehatan kepada Masyarakat dan Siswa di Pesisir Karawang

Posted on 28-Sep-2021 08:38

Karawang - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang ada di sekitar wilayah operasi, PHE ONWJ yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Jawa Zona 5 menyelenggarakan Sosialisasi Kesehatan terkait Pencegahan Anemia pada Remaja, Pencegahan Covid-19, dan Pencegahan HIV-Aids kepada masyarakat dan siswa-siswi sekolah menengah yang ada di wilayah pesisir Kabupaten Karawang, pada Senin (20/09). 

PHE ONWJ Gelar Sosialisasi Kesehatan kepada Masyarakat dan Siswa di Pesisir Karawang

Karawang - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang ada di sekitar wilayah operasi, PHE ONWJ yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Jawa Zona 5 menyelenggarakan Sosialisasi Kesehatan terkait Pencegahan Anemia pada Remaja, Pencegahan Covid-19, dan Pencegahan HIV-Aids kepada masyarakat dan siswa-siswi sekolah menengah yang ada di wilayah pesisir Kabupaten Karawang, pada Senin (20/09).

Bekerjasama dengan Yayasan Pantura Lestari Mandiri, Yayasan Kusuma Buana, dan Dinas Kesehatan di Kabupaten Karawang, sosialisasi ini digelar secara virtual dan dihadiri masyarakat Desa Sedari, anak didik SMPN Satu Atap 1 dan SMK Yaspif Cibuaya.

Kegiatan sosialisasi kesehatan ini merupakan upaya preventif dalam mendukung program pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid, pencegahan anemia, dan HIV/AIDS di wilayah pesisir Kabupaten Karawang. “Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat di sekitar wilayah operasi agar lebih aware terhadap kondisi pemasalahan kesehatan yang ada di lingkungan sekitar”, papar Ery Ridwan selaku Head of Comrel & CID Zona 5.

Menghadirkan narasumber dr. Yayuk Sri Rahayu, Mkm selaku Kabid. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kab. Karawang, beliau menyampaikan bahwa di tengah situasi pandemi Covid-19, upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama pemerintah. Salah satunya terkait masalah stunting dan pemenuhan gizi yang dapat mengancam keberlangsungan masa depan generasi muda Indonesia.

Pada tahun 2019, angka stunting di Indonesia masih berada di angka 27,67%. Sementara berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dari tahun 2013 sampai 2018 terdapat kenaikan prevalensi anemia pada kelompok usia 15-24 tahun yaitu 18,4% menjadi 32% atau 14,7 juta jiwa. Anemia pada remaja perlu mendapat perhatian. Remaja yang mengalami anemia cenderung akan merasa lemah dan lemas sehingga malas dan lambat dan beraktivitas termasuk dalam menyelesaikan masalah.

“Kalau saat masa remaja sudah memiliki anemia, maka berpeluang menderita anemia saat hamil (setelah menikah). Kondisi ini akan semakin buruk sebab pada saat hamil dibutuhkan gizi yang lebih banyak. Jika tidak ditangani akan berisiko terjadinya pendarahan saat persalinan, bayi berat badan lahir rendah, dan akhirnya melahirkan bayi stunting,” papar dr. Yayuk.

Dalam kesempatan ini juga dipaparkan mengenai bahaya resiko pergaulan bebas di tingkat remaja. Remaja berpotensi tinggi terhadap risiko penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS karena faktor perilaku dan perkembangan emosionalnya. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang bahaya dan dampak HIV/AIDS penting diberikan kepada remaja sebagai pedoman dalam menjalankan pergaulan. Sebagai salah satu perusahaan yang memiliki kepedulian cukup tinggi pada kondisi masyarakat disekitar wilayah operasinya, PHE ONWJ merasa wajib untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya menekan angka infeksi HIV/AIDS di Indonesia. Dengan pemahaman yang benar, harapannya remaja mampu melindungi dirinya dari risiko penyebarannya HIV/AIDS.

“HIV/AIDS penyakit yang mudah menular melalui cairan tubuh/darah, tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dicegah dengan menjaga pergaulan dna tidak melakukan hubungan seks diluar nikah. Masyarakat harus terus diedukasi dengan informasi yang benar tentang HIV/AIDS agar dapat menekan angka penyebaran HIV/AIDS dan stigma negatif yang mendiskriminasi ODHA dan ADHA bisa dikikis”, terang Dra. Yani Mulyani selaku pembicara dari Yayasan Kusuma Buana.

[Regional Jawa]
--