Media Contact

  • Corporate Secretary
  • Whisnu Bahriansyah
  • Address: PHE Tower Lantai 25
  • Pertamina Contact Center: 135

Head Office

  • Address: Jalan TB. Simatupang Kav 99 Jakarta Selatan 12520
  • Phone: (021) 29547000
  • Fax: (021) 29547086

Posted on 14-Apr-2021 05:32

Kepulauan Seribu, pada tanggal 7 – 9 April 2021, PHE ONWJ menerima kunjungan Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) cq. Direktorat Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 (PKTDLB3) untuk supervisi dan verifikasi keberhasilan kegiatan pemulihan subtrat merujuk pada Persetujuan Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH-4) No. SK.1597/MENLHK-PSLB3/PKTDLB3/PLB.4/9/2020, dan lahan merujuk pada Persetujuan Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH-7) No. SK.1247/MENLHK-PSLB3/PKTDLB3/PLB.4/7/2020, dan cq. Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKL) untuk supervisi dan verifikasi keberhasilan kegiatan penanaman mangrove di Kepulauan Seribu, sesuai Surat Arahan Direktur Jenderal PPKL – KLHK No.S.123/PPKL/PPKLP/PKL-1/4/2020. Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut dari perintah KLHK kepada PHE ONWJ paska insiden tumpahan minyak YYA-1 tahun 2019. 

PHE ONWJ Menerima Kunjungan Supervisi Keberhasilan & Verifikasi Kegiatan Pemulihan Subtrat, Lahan dan Penanaman Mangrove Oleh KLHK di Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu, pada tanggal 7 – 9 April 2021, PHE ONWJ menerima kunjungan Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) cq. Direktorat Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 (PKTDLB3) untuk supervisi dan verifikasi keberhasilan kegiatan pemulihan subtrat merujuk pada Persetujuan Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH-4) No. SK.1597/MENLHK-PSLB3/PKTDLB3/PLB.4/9/2020, dan lahan merujuk pada Persetujuan Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH-7) No. SK.1247/MENLHK-PSLB3/PKTDLB3/PLB.4/7/2020, dan cq. Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKL) untuk supervisi dan verifikasi keberhasilan kegiatan penanaman mangrove di Kepulauan Seribu, sesuai Surat Arahan Direktur Jenderal PPKL – KLHK No.S.123/PPKL/PPKLP/PKL-1/4/2020. Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut dari perintah KLHK kepada PHE ONWJ paska insiden tumpahan minyak YYA-1 tahun 2019.

Kegiatan ini dihadiri oleh Melda Mardalina selaku Kasubdit Pemulihan dan Pertambangan Energi dan Gas dari Direktorat Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 (PKTDLB3) dan tim, Djanuar Arifin selaku Kasie Pemulihan dan Penanggulangan Wilayah II dari Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Dirjen PPKL – KLHK dan tim, Edwan Kardena pakar bioremediasi KLHK, Agus M. Ramdhan pakar hidrogeologi KLHK, Karyadi selaku Kepala Balai dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta dan tim, Susilo Ari W. dan Tim dari Direktorat Kawasan Konservasi (Ditjen KSDAE KLHK) dan Tim, Kosario M Kautsar selaku Senior Manager K3LL dari SKK Migas dan tim, Wisnu W dan tim dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Tim dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu serta, dan tenaga ahli LAPI ITB, tenaga ahli PPLH IPB, serta PHE ONWJ dihadiri oleh Agus Sucahyo selaku HSSE Operations Manager PHE ONWJ, Mohamad Abdurrafiq selaku Project Manager Pemulihan dan Hadi Supardi selaku Environment Assman PHE ONWJ dan Tim, serta tim Pemulihan PPN.

Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protocol kesehatan COVID-19, dimulai dengan melakukan rapid test antigen covid-19 untuk semua peserta verifikasi lapangan dan kemudian di lanjutan Opening meeting yang dibuka oleh Agus Sucahyo (HSSE Operation Manager PHE ONWJ) dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada pihak yang telah mendukung kegiatan pemulihan lingkungan hidup sehingga dapat berjalan dengan lancar. Hadi Supardi menyampaikan progress pemulihan lahan, subtrat dan penanaman mangrove di kepulauan seribu, selanjutnya kegiatan di lanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh 7 tim di lokasi pemulihan lahan, subtrat dan penanaman mangrove. Lokasi verifikasi dan supervisi yaitu:

  • Lokasi RPFLH 4 : Pulau Untung Jawa, Pulau Rambut Area Tengah dan Pulau Lancang ketiga lokasi tersebut menggunakan metode pemulihan bioagumentasi dan biostimulasi dengan jumlah grid sebanyak 18 grid dan total sampling yang diambil sebanyak 180 sampel.
  • Lokasi RPFLH 7 : Pulau Untung Jawa Area 1 dan Pulau Rambut Area 2, kedua lokasi tersebut menggunakan metode pemulihan Bioremediasi / Biopile, Jet washing dengan biosufaktan dengan jumlah grid sebanyak 11 grid dan total sampling yang diambil sebanyak 125 sampel.
  • Verifikasi dan supervisi ini menggunakan metode Systematic Sampling With Random Start, Plot Sample Permanent (PSP) dan purposive sample dengan presetasi hidup di Pulau Bokor sebesar 96,43%, Pulau sebesar 97,27%, Pulau Lancang sebesar 100% dan Pulau Untung Jawa sebesar 98,31% (diatas batas minimal 75%).

Melda selaku Ketua Tim  PSLB3 KLHK dan Djanuar ketua tim PPKL KLHK menyatakan apresiasi atas komitmen dan upaya yang dilakukan oleh PHE ONWJ karena berupaya memenuhi arahan Surat KLHK dengan target waktu yang ditentukan serta melakukan pelipatan ganda penanaman mangrove dari yang sudah di tetapkan sehingga pada saat verifikasi dilapangan sesungguhnya telah lebih dari memenuhi kewajiban nya dan karena PHE ONWJ melakukan penanaman pada saat musim yang extrim serta dampak oseanografi dimana disisi lain harus memenuhi target waktu yang di tetapkan, upaya yang dilakukan sangat baik dengan melakukan inovasi inovasi metoda cara menanam sehingga bibit tetap kokoh berdiri dan hidup tumbuh dengan baik. Kosario M Kautsar dari SKK Migas mengapresiasi program pemulihan ini merupakan tanggung jawab dan komitmen PHE ONWJ atas insiden YYA-1 dan berharapan pemulihan dapat menjadi role model untuk kegiatan kedepannya. Kegiatan ini ditutup dengan penandatangan Berita Acara Supervisi dan Verifikasi Pemulihan Mangrove.

Setelah kegiatan ini diharapkan surat status penyelesaian lahan terkontaminasi minyak (SSPLT) akibat insiden YYA-1 untuk pemulihan substrat RPFLH 4 dan lahan RPFLH 5 Kepulauan Seribu serta status arahan penanaman mangrove dapat segera dikeluarkan oleh KLHK. Terimakasih atas dukungan semua pihak atas kegiatan ini. Kepulauan Seribu, pada tanggal 7 – 9 April 2021, PHE ONWJ menerima kunjungan Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) cq. Direktorat Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 (PKTDLB3) untuk supervisi dan verifikasi keberhasilan kegiatan pemulihan subtrat merujuk pada Persetujuan Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH-4) No. SK.1597/MENLHK-PSLB3/PKTDLB3/PLB.4/9/2020, dan lahan merujuk pada Persetujuan Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH-7) No. SK.1247/MENLHK-PSLB3/PKTDLB3/PLB.4/7/2020, dan cq. Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKL) untuk supervisi dan verifikasi keberhasilan kegiatan penanaman mangrove di Kepulauan Seribu, sesuai Surat Arahan Direktur Jenderal PPKL – KLHK No.S.123/PPKL/PPKLP/PKL-1/4/2020. Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut dari perintah KLHK kepada PHE ONWJ paska insiden tumpahan minyak YYA-1 tahun 2019.

Kegiatan ini dihadiri oleh Melda Mardalina selaku Kasubdit Pemulihan dan Pertambangan Energi dan Gas dari Direktorat Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 (PKTDLB3) dan tim, Djanuar Arifin selaku Kasie Pemulihan dan Penanggulangan Wilayah II dari Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Dirjen PPKL – KLHK dan tim, Edwan Kardena pakar bioremediasi KLHK, Agus M. Ramdhan pakar hidrogeologi KLHK, Karyadi selaku Kepala Balai dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta dan tim, Susilo Ari W. dan Tim dari Direktorat Kawasan Konservasi (Ditjen KSDAE KLHK) dan Tim, Kosario M Kautsar selaku Senior Manager K3LL dari SKK Migas dan tim, Wisnu W dan tim dari Dinas Lingkungan Hidup DKI    Jakarta, Tim dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu serta, dan tenaga ahli LAPI ITB, tenaga ahli PPLH IPB, serta PHE ONWJ dihadiri oleh Agus Sucahyo selaku HSSE Operations Manager PHE ONWJ, Mohamad Abdurrafiq selaku Project Manager Pemulihan dan Hadi Supardi selaku Environment Assman PHE ONWJ dan Tim, serta tim Pemulihan PPN.

Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protocol kesehatan COVID-19, dimulai dengan melakukan rapid test antigen covid-19 untuk semua peserta verifikasi lapangan dan kemudian di lanjutan Opening meeting yang dibuka oleh Agus Sucahyo (HSSE Operation Manager PHE ONWJ) dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada pihak yang telah mendukung kegiatan pemulihan lingkungan hidup sehingga dapat berjalan dengan lancar. Hadi Supardi menyampaikan progress pemulihan lahan, subtrat dan penanaman mangrove di kepulauan seribu, selanjutnya kegiatan di lanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh 7 tim di lokasi pemulihan lahan, subtrat dan penanaman mangrove. Lokasi verifikasi dan supervisi yaitu ;

Lokasi RPFLH 4 : Pulau Untung Jawa, Pulau Rambut Area Tengah dan Pulau Lancang ketiga lokasi tersebut menggunakan metode pemulihan bioagumentasi dan biostimulasi dengan jumlah grid sebanyak 18 grid dan total sampling yang diambil sebanyak 180    sampel.

Lokasi RPFLH 7 : Pulau Untung Jawa Area 1 dan Pulau Rambut Area 2, kedua lokasi tersebut menggunakan metode pemulihan Bioremediasi / Biopile, Jet washing dengan biosufaktan dengan jumlah grid sebanyak 11 grid dan total sampling yang diambil sebanyak 125 sampel.

Lokasi penanaman mangrove : Pulau Bokor, Pulau Rambut, Pulau Lancang dan Pulau Untung Jawa. Jumlah mangrove yang ditanam sebanyak 52.428 individu. Verifikasi dan supervisi ini menggunakan metode Systematic Sampling With Random Start, Plot Sample Permanent (PSP) dan purposive sample dengan presetasi hidup di Pulau Bokor sebesar 96,43%, Pulau sebesar 97,27%, Pulau Lancang sebesar 100% dan Pulau Untung Jawa sebesar 98,31% (diatas batas minimal 75%).

Melda selaku Ketua Tim  PSLB3 KLHK dan Djanuar ketua tim PPKL KLHK menyatakan apresiasi atas komitmen dan upaya yang dilakukan oleh PHE ONWJ karena berupaya memenuhi arahan Surat KLHK dengan target waktu yang ditentukan serta melakukan pelipatan ganda penanaman mangrove dari yang sudah di tetapkan sehingga pada saat verifikasi dilapangan sesungguhnya telah lebih dari memenuhi kewajiban nya dan karena PHE ONWJ melakukan penanaman pada saat musim yang extrim serta dampak oseanografi dimana disisi lain harus memenuhi target waktu yang di tetapkan, upaya yang dilakukan sangat baik dengan melakukan inovasi inovasi metoda cara menanam sehingga bibit tetap kokoh berdiri dan hidup tumbuh dengan baik. Kosario M Kautsar dari SKK Migas mengapresiasi program pemulihan ini merupakan tanggung jawab dan komitmen PHE ONWJ atas insiden YYA-1 dan berharapan pemulihan dapat menjadi role model untuk kegiatan kedepannya. Kegiatan ini ditutup dengan penandatangan Berita Acara Supervisi dan Verifikasi Pemulihan Mangrove.

Setelah kegiatan ini diharapkan surat status penyelesaian lahan terkontaminasi minyak (SSPLT) akibat insiden YYA-1 untuk pemulihan substrat RPFLH 4 dan lahan RPFLH 5 Kepulauan Seribu serta status arahan penanaman mangrove dapat segera dikeluarkan oleh KLHK.

[PHE ONWJ]

--